Twins

Standar

Gambar

Title                     : Twins

Author                 : kiddyeo

Genre                 : fluff, brothership, friendship

Cast                   : Kim Taehyung, Byun Baekhyun, & Park Harim (you)

Rating                : PG-12

Lenght               : <1500 words

Summary           :  What if you’re friends with a naughty twins? What should you do?

 

Happy Reading^^

 

“BYUN BAEKHYUN!”

Suara teriakan Seo saem menggema di penjuru kelas. Seperti biasa, lagi-lagi Byun Baekhyun, namja nakal dari kelas unggulan berulah kembali. Baekhyun menaruh lem diatas bangku guru. Alhasil, Seo saem tidak dapat bangun dari duduknya. Memang Seo saem tidak tahu siapa pelakunya, tetapi bila kita cek dari daftar panggila ke ruang kepala sekolah, sudah dipastikan Baekhyun pelakunya.

Baekhyun tidak sendiri biasanya ia melancarkan aksi gilanya bersama kembarannya, Byun Taehyung. Mereka berdua kembar identik dengan sifat jahil yang diatas rata-rata. Tetapi  Baekhyun lebih unggul dalam soal menjahili seseorang. Tambahan, kecerdasan mereka berdua pun diatas rata-rata. Jadi, guru-guru harus berpikir ulang untung mengeluarkan mereka dari sekolah. Karena mereka berdualah sosok berprestasi dari sekolah.

Begitu tidak beruntungnya yang berdekatan dengan mereka. Karena hampir setiap hari mereka akan melancarkan aksi nya kepada teman dekatnya. Dan itu aku.

“Harim-ah, lihat. Kami berdua sukses mengerjai Seo saem. Guru siapa yang tidak dapat kami taklukkan?” ujar Taehyung kepadaku.

Lihat dia masih bisa tersenyum dan tertawa setelah ketahuan mengerjai salah satu guru killer  di sekolah. Betapa sintingnya mereka.

Aku berdesis. “Cho saem? Kalian berdua belum berhasil menaklukkannya,” kataku.

Cho saem adalah guru ilmu pengetahuan alam sekaligus wakil kepala sekolah. Umur Cho saem hampir menginjak kepala lima. Itu membuatnya mudah terpancing emosi bila kelas begitu ribut hingga susah diatur. Cho saem begitu dihormati di sekolah. Dia juga tak pernah bolos bekerja. Demi anak didiknya, dan demi kemajuan negara dia giat mengajar dari pagi hingga sore hari. Betapa disiplin Cho saem.

Taehyung memanggil Baekhyun setelah mendengar perkataanku. Dia berbincang sebentar dengan Baekhyun. Tak peduli walau Seo saem sudah memanggil keduanya beberapa kali.

“Cho saem, ya? Ah, sepertinya hari ini akan menjadi hari sial baginya,” ucap Taehyung kepadaku. Taehyung berdiri dari bangkunya dan membantu Seo saem untuk berdiri dari duduk.

Sungguh? Apakah mereka bercanda? Mereka mencari mati, heh?

“Baekhyun-ah, kau sungguh ingin meng-eum … Cho saem?” tanyaku. Baekhyun menoleh. Alisnya terangkat sebelah. Ia tak mengerti perkataan ku soal ‘meng-eum.’

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Dia baru bisa mencerna pertanyaanku, “oh-ya, betul. Karena ide darimu, aku dan Taehyung berencana mengerjainya hari ini seusai pulang sekolah. Dan kau harus ikut.”

Aku mendelik kepadanya. Dia membalas dengan menggindik kan bahu, seperti berkata ‘aku tak peduli.’ Satu lagi mereka berdua begitu mengesalkan dan egois. Sekarang aku hanya bisa membayangi bila aku menjadi salah satu bagian mereka, pasti aku akan di keluarkan dari sekolah.

***

Sepulang sekolah Baekhyun dan Taehyung menarik ku untuk bersembunyi di gudang sekolah. Perabotan kebersihan sekolah ada di ruangan ini. Gelap. Tentu saja, ruangan besar ini hanya mempunyai satu penerang dan itupun sudah meremang. Baekhyun dan Taehyung sedang sibuk mencari beberapa barang di gudang.

Rak-rak berjajar rapih menyimpan perabotan tua yang belum juga di buang oleh sekolah. Baekhyun dan Taehyung memanfaatkan dengan baik perabotan tua itu. Aku memandang mereka tak tertarik. Aku lebih tertarik untuk memikirkan cara meloloskan diri dari mereka.

“Harim, aku tahu kau sedang berpikir untuk meloloskan diri dari kami, bukan?” tebak Baekhyun yang benar-benar tepat sasaran. Aku terkaku di tempat. Bahkan aku tidak bisa membalas tebakkan nya yang akurat. Aku speechless.

“Aku anggap itu jawaban yang benar. Taehyungie, cegat dia,” perintah Baekhyun kepada adik kembarannya.

Taehyung memang terlebih dahulu lahir ketimbang Baekhyun. Tetapi dalam ilmu kedokteran anak kembar yang lahir terlebih dahulu adalah adiknya. Entahlah, aku tahu fakta itu dari penjelasan mereka.

Taehyung meraih kedua tanganku kemudian memborgol tanganku dengan tangannya. Apa-apaan ini? Aku seperti penjahat yang tertangkap saja. “Hey-ya! Lepaskan! Kau pikir aku ini penjahat, heh?!” pekik ku. Taehyung mendesis, “kau bisa diam tidak? Aish, sehabis pulang sekolah aku harus ke dokter telinga, ah-jinjja.”

Aku mendengus kesal. Baekhyun membereskan barang-barang yang tidak berguna lagi. Nampaknya Baekhyun selesai dengan hasil karyanya bersama Taehyung. Butuh lima belas menit untuk membuat hasil karya mereka. Hasil karya yang sangat aneh (menurutku). Seperti bantalan kursi yang agak datar. Berisikan kapas dan juga aliran listrik. Jika kita menduduki bantalan kursi tersebut maka kita akan merasakan listrik kejut yang mengagetkan bukan mematikan.

Lagi-lagi dua anak kembar itu menarik ku. Kali ini mereka menarikku kedalam ruang kelas kami. Kelas sepi, bahkan tak ada satupun murid dikelas. Mungkin saja mereka  sedang makan siang dikantin sekolah.

“Ah, gara-gara kalian, aku tidak bisa menyantap hidangan kantin sekolah. Asal kalian tahu saja, menu kali ini begitu lezat! Kudapan favoritmu kalian pun ada di dalam menu!” seruku.

Baekhyun dan Taehyung menghiraukan seruanku. Mereka sibuk dengan menata bantalan duduk untuk Cho saem. Aku berkacak pinggang. Byun bersaudara menatapku bingung.

Arra, aku mendengarkanmu sejak tadi. Nanti Baekhyun akan mentraktirmu kudapan yang sama persis seperti di menu hari ini,” kata Taehyung.

*** 

Bel berdering dua kali  menandakan waktu belajar kembali. Lebih tepatnya, waktu yang membosankan yang pernah ada kembali diputar. Ya, itu adalah fakta benar bagi ku dan murid-murid lainnya. Hatiku berdebar sangat kencang. Siapa yang tidak berdebar hatinya jika ia ketahuan berbuat kesalahan. Apalagi kesalahan yang disengaja. Aku melirik dua anak kembar itu, mereka tampak tenang. Gila! Bagaimana bisa mereka tenang jika berbuat kesalahan?

Mulutku berkomat-kamit tak jelas, berdoa semoga Cho saem tidak masuk ataupun pergi karena ada acara mendadak. Sepertinya kali ini Dewi Fortuna tidak berpihak kepadaku, Cho saem datang dengan langkah khasnya yang unik. Ia membawa sekitar lima buku setebal kamus Korea-Inggris. Ketua kelasku berdiri dan memberi pengarahan pada murid kelas ku untuk hormat kepada Cho saem. Cho saem berjalan menuju bangku yang sudah ditaruh bantalan kursi. Cho saem  duduk dengan tenang. Tak ada perubahan raut wajahnya.

Baekhyun dan Taehyung menaikkan alisnya bingung. Apakah alat itu berfungsi? Mungkin itu hal yang mereka pikirkan saat ini. Baekhyun dan Taehyung saling melirik, linglung. Aku hanya bisa bernafas lega mengetahui benda itu tidak bekerja seperti yang diharapkan Byun bersaudara.

Cho saem mulai bersuara, “jika kalian mempunyai bakat dibidang elektronika, salurkan lah bakat itu di ekstrakurikuler yang sesuai. Bukan menyalurkannya kepada guru. Itu tidak sama sekali menambah nilai kalian. Adanya, nilai kalian akan berkurang karena berbuat hal yang tidak menyenangkan. Kalian mengerti?”

“Ah-ya, bagi yang membuat bantalan kursi listrik kejut ini, kalian sangat pintar. Dengan peralatan seadanya kalian dapat membuat bantalan kursi listrik kejut yang sukses mengerjai saya. Saya bukannya tahu, tetapi saya menebak yang membuat ini pasti Byun bersaudara, bukan?”

Cho saem mengoceh tak jelas. Sungguh, itu tidak keren banget! Cho saem terkena jebakkan Baekhyun dan Taehyung tetapi tidak mengomel sedikit pun. Aku bertaruh pasti Baekhyun dan Taehyung terkejut mengetahui Cho saem tidak marah dan mengetahui pelakunya siapa.

Baekhyun dan Taehyung tersenyum selebar tiga jari khas mereka. Mereka sudah tahu apa hukuman yang mereka dapatkan. Tidakkah mereka kenyang mendapatkan hukuman yang sama setiap hari? Baekhyun dan Taehyung berdiri di depan, salah satu kaki mereka diangkat sedangkan kedua tangan mereka berada di belakang kepala.

Taehyung kembali berdiri seperti biasa ia berkata, “oh-ya, saem, yang mengusulkan ide untuk mengerjai saem adalah Harim. Lalu kenapa ia tidak di hukum?”

Setelah Taehyung mengatakan sepotong kalimat tersebut, aku seakan terbelah terbagi menjadi beberapa bagian. Langitpun turun menimpaku. Cho saem menaikkan alis kanannya, meminta penjelasan.

A-anio! Aku tidak bermaksud mengusulkan ide. Aku hanya berkata bahwa saem tidak bisa ditaklukkan oleh mereka. Tetapi, mereka salah menangkap maksudku. Lalu mereka menyuruhku untuk membantu mereka di gudang. Tetapi, sungguh, aku tidak membantunya. Bahkan aku hendak ingin kabur, dan sialnya aku  di cegat oleh Taehyung,” belaku.

Cho saem hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar pembelaanku. “Ah, baiklah kalau begitu. Aku memaafkan mu nona Park. Sekarang kau, Baekhyun, dan Taehyung keluar dari kelas saya dan hormat kepada bendera! Sekarang!” perintah Cho saem.

Apa? Apa aku tuli? Apa aku tidak salah dengar? Aku dikeluarkan dari kelas ? Apakah ini mimpi? Oh God.

Aku berjalan keluar kelas membuntuti Baekhyun dan Taehyung yang terlebih dahulu keluar dari kelas. Seringai menyeramkan terlukis diwajah mereka. Aku mendengus, berdecak, mengomel tak jelas.

“Ah, lebih baik seperti ini. Menghirup udara segar, dibanding mendengarkan guru tua itu berkomat-kamit,” ujar Taehyung.

“Kalian gila!”

“Memang. Oh ya, Baekhyun sudah berjanji untuk mentrakrirmu, bukan? Jadi, kajja, ada kudapan yang menanti kita!” sahut Taehyung bersemangat. Aku mengiyakan saja sahutan Taehyung. Aku lapar, aku belum sarapan dan makan siang. Jadi, lebih baik aku menyetujui ide mereka saja. Kupikir akan seru jika mengendap-endap keluar dari sekolah tanpa tertangkap oleh penjaga sekolah.

Taehyung dan Baekhyun menyuruhku mengikuti mereka, lagi. Kali ini mereka membawaku ke taman belakang sekolah. Terdapat pintu tua yang sudah tidak digunakan lagi sejak tiga tahun terakhir. Kami mengendap-endap layaknya tikus. Baekhyun memeriksa dengan teliti bahwa taman belakang tidak ada penjaga sekolah. Setelah memberi tanda, aku dan Taehyung berlari menuju Baekhyun yang bersandar pada pintu tua.

“Kita akan menggunakan pintu ini? Tapi ‘kan pintu ini terkunci,” tanyaku.

“Aku memiliki kuncinya,” kata Baekhyun sambil memainkan kunci yang ada ditangannya. Aku dan Taehyung tersenyum puas. Baekhyun membuka gembok dengan kunci. Sepertinya aku sudah kerasukan jin bolos atau apalah itu. Lihat saja, aku tersenyum senang saat Baekhyun membuka gembok. Tak apa, nikmati saja lah masa mudaku dengan dua anak kembar ini. 

You only live once

 

FIN

 

 

Waiting Thirteen

Standar

Title      : Waiting Thirteen

Author  : kiddyeo

Genre  : brothership, sad (maybe)

Cast     : Park Jungsoo (Leeteuk) and Super Junior’s member

Rating  : G

Type    : Oneshoot

Disclaimer: I don’t own the cast. The storyline idea is mine. Italic and bold writing is past.  Warning typos everywhere. Don’t plagiat my fanfiction^^

.

.

.

.

Happy Reading^^

 

Secangkir kopi dan sebongkah roti yang sudah ku lumuri margarin itulah yang menemani pagiku. Aku menyesap kopi dihadapanku dan memakan roti, lalu menyandarkan tubuhku pada kursi.

Hari ini aku mengambil cuti dari tugas menjadi warga negara yang baik – wajib militer atau biasa disebut wamil. Akhir-akhir ini fisik ku agak melemah. Entah karena apa, mungkin karena . Aku menidurkan diriku di sofa lalu memejamkan mata.

Pikiran-pikiran, memori-memori berlalu lalang seenaknya di otak ku. Tidak ada yang memerintah, tetapi mereka sudah berjalan-jalan di otak ku. Dan ini membuatku diriku gelisah. Gelisah merindukan mereka semua.

 

“Leeteuk hyung~”

Suasana dorm yang agak berantakan. Tas member berserakkan dimana-mana. Bau harum masakkan Ryeowook begitu membuat semua orang yang menciumnya menjadi lapar. Suara tembakkan dari starcraft yang sedang Kyuhyun mainkan sangat menggema di dorm ini, ditambah pula suara dari televisi yang dinyalakan oleh Lee Brothers.

“Apakah hari ini ahjumma tidak masuk?” tanyaku.

“Hyung-ah, bukannya menjawab sapaan kami. Hyung malah menanyakan ahjumma?” gerutu Donghae.

 

Suara member Super Junior – ah ani suara adik-adik ku yang sangat ku rindukan. Mereka berlomba-lomba menyerukan suaranya untuk memanggil namaku. Selalu seperti itu, bila aku sudah sampai di dorm mereka akan menyapa diriku dan lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dorm biasanya agak berantakan bila ahjumma tidak datang untuk membersihkan dorm. Dan selalu aku yang mendapat jatah membersihkan dorm. Apalagi saat  mereka bertengkar. Bantal dan tas mereka berserakan di lantai. Sungguh kekanak-kanakkan.

Aku memutar tubuhku menjadi menghadap ke arah bantal-bantal sofa – membelakangi. Mencari posisi ternyaman, supaya diriku bisa terlelap. Tetapi, aku semakin tidak bisa tidur. Dengan malas  aku bangkit dan menyalakan televisi.

Tepat sekali, sekarang sedang acara berita. Tetapi berita yang di liput adalah halyu korea yang sedang memakai pakaian aneh di bandara untuk merayakan hari jadinya kedelapan. Ada yang berdandan menjadi seorang preman, menjadi seorang ahjumma, menjadi soerang tentara, dan lain sebagainya.

Dan kalian pasti tahu siapa mereka. Ya, mereka adalah adik-adik ku. Aku tertawa lepas saat melihatnya. Dandanan mereka sukses membuat ku tertawa, apakah para Everlasting Friend ku juga? Tiba-tiba saja hatiku sesak, melihat mereka. Perasaan ini kembali muncul. Kerinduan yang amat dalam kembali muncul, ingin sekali aku bergabung dengan mereka. Memakai pakaian aneh dan ikut menghibur para penggemar ku di panggung SuperShow 5.

Aku tidak bisa melakukan itu, sekedar menge-tweet saja tidak bisa. Aku hanya bisa mengganti avatar twitter ku. Menyalurkan kerinduan ku dengan mengganti foto profil? Dan kurasa para penggemarku juga gembira bila aku online walau hanya mengganti foto profil. Setidaknya mereka tahu bahwa aku sangat merindukan mereka.

Aku kembali menonton acara berita ini, sekarang adik-adik ku sedang memotong kue perayaan. “Leeteuk hyung apakah kau menonton?” Kangin berbicara pelan hampir seperti berbisik. Setidaknya itu lah yang dapat ku dengar.

“Aku menonton kalian, Kangin-ah. Jeongmal bogoshippo saengie –“

 

Terkadang aku iri dengan si kepala besar, ayah dari Ddangkoma  – Yesung maksudku. Dia bisa pergi ke Mouse Rabbit dan bertemu member Super Junior sesering mungkin. Sedangkan aku jarang, bisa dibilang sangat jarang untuk hanya sekedar mengunjungi mereka. Aku tahu Yesung dan aku berbeda, dia bertugas di bagian petugas sipil, dan aku bertugas menjadi tentara. Menjadi tentara begitu melelahkan, walau melelahkan aku akan menjadi tentara sebaik mungkin. Tidak ingin berlibur sebanyak mungkin. Aku tidak ingin menjalankan wamil dua kali seperti yang dialami beberapa rekan artis yang ku kenal.

 

Aku berjalan mengambil agenda yang hampir bisa disebut diari sebelum aku menjalankan wamil. Aku membuka halaman pertama, kenangan itu kembali muncul. Kenangan pahit yang hampir merengut jiwaku, Shindong, Eunhyuk, dan Kyuhyun.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 19 April 2007. Saat kami berempat selesai rekaman kami pulang dengan dua manager kami. Saat di perjalanan sopir kami kehilangan kendali dan terjadilah peristiwa tersebut. Aku tidak mengingat semua kejadian itu, yang pasti aku ingat bahwa mobil yang kami tumpangi sempat berputar beberapa kali. Dan saat itu aku sudah tidak sadar, ku kira aku akan mati di tempat. Untungnya tuhan masih berbaik hati padaku.

 

Tes

 

Aku mendongakan kepala ku, setetes air mata jatuh begitu saja tanpa aba-aba. Menggigit bibir adalah kebiasaanku untuk memberhentikan air mata yang terus menetes. Aku membuka lembaran baru lagi dan membacanya. Derasnya air mata yang keluar dari pelupuk mataku ini disebabkan aku membaca halaman ini. Halaman dimana aku menceritakan saat aku kehilangan Hankyung. 21 Desember 2009 saat dimana Hankyung keluar dari Super Junior dan SM. Saat itu para member bertengkar, menangis, berdiam diri. Tidak ada yang mau membuka pikiran dan hati. Mereka semua mempunyai pendapat masing-masing yang mereka keluarkan bersamaan. Heechul waktu itu sangat terpukul saat Hankyung pergi, Hankyung adalah sahabatnya. Dia mogok makan dan tidak keluar dari kamar saat Hankyung keluar. Aku benar-benar prihatin kepadanya.

Kadang-kadang aku dan Hankyung saling mengontak. Terkadang kita bercengkrama di telepon ataupun di pesan singkat. Walapun bisa dihitung dengan jari, tetapi itu cukup membuat rasa kerinduanku terlampiaskan.

 

“Hankyung-ah bogoshippo. Hyung disini merindukanmu, kembali lah ke Super Junior bersama kami –“

 

 

Sekarang aku sedang membenarkan letak clip-on michrophone dan jas hitam. Tak lupa aku menyisir rambutku yang sudah rapih. Tampil sempurna dihadapan penggemar yang sudah ku anggap teman ini tidak apa-apa kan?

Kurang dari sepuluh menit lagi, kami ber-13 akan menghibur ribuan Everlasting Friend Indonesia dalam rangka tour kami yang bertajuk SuperShow 7. Tak  pernah ku sangka kami bertiga belas ditambah Zhoumi dan Henry, akan berada dalam satu panggung menghibur jutaan Everlasting Friend, saling bercanda. Ah – hatiku selalu berdegup kencang saat ini tiba. Perasaan yang bergejolak. Sudah lama sekitar delapan tahun kami tidak tampil bersama. Dan sekarang, kami dapat tampil bersama.

Kru kami mengatakan bahwa kami harus bersiap-bersiap di backstage karena kurang dari lima menit lagi kami akan tampil. Baik, aku langsung menuruti perintah kru. Aku mengendarkan penglihatanku ke sekeliling ruangan. Dapat kulihat Hankyung dan Heechul saling tertawa. Eunhyuk, Shindong dan Kibum sedang menghafalkan lirik rap mereka, para lead-vocal sedang menyanyikan lagu So I, sedangkan sisanya sedang dibantu dibenarkan letak clip-on microphone oleh kru.

Lima menit telah berlalu, VCR yang menampilkan kami telah berhenti berputar, kami sekarang diatas panggung. Sorakan Everlasting Friend begitu menggema, tempat ini sekarang di dominasi oleh lautan biru safir. Jika saja, aku boleh berteriak. Maka aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan menangis, walau sudah sering aku melihat lautan biru safir tetapi tetap saja aku tidak akan pernah berhenti kagum untuk memujanya.

Musik pengiring lagu Superman mengalun, lalu ada tambahan lagu yang sudah di remix. Sekarang kami menari dengan lincahnya.

 

Hey  ~~~~ SJ like this!
Bam bam bam bam bam bam
Bam bam bam bam bam bam
Bam bam bam bam bam bam
Bam bam bam bam bam bam

Naega sesang-eso hana bakke eopneun group-eso meotjike chumeul chugo

Unique-han eubchoribeul halttae

 

 

Eunhyuk mulai menyanyi – lebih tepatnya nge-rap. Aku mendalami lirik bagian tersebut, lirik yang berarti ‘Ketika aku dengan kerennya menari di kelompok itu salah satu dari yang terbaik di dunia dan pergerakan yang unik di dunia’. Aku tersenyum samar-samar di dalam gelap.

 

Yeolkyeong-do chego, cheongshin-ryeokdo chego, nuga uril kamhi kkeureo-nael tenga

Super Junior-neun wonrae maen jaman ppajin ireum hamyeo himsen tori SuperMan

 

 

Aku mendalami lagi lirik itu dengan penuh penghayatan, mimik ku buat serius tetapi hati? Siapa yang tahu? Lirik yang beratikan ‘Gairah kami adalah yang terbaik dan konsetrasi kami adalah yang terbaik. Siapa yang bisa mengatakan kami sudah selesai? Super Junior adalah bagian dari nama  Superman’ membuat aku seperti terlahir kembali. Belum lagi bagian Ryeowook yang berintikan, jangan  khianati kami. Aku pikir banyak Everlasting Friend yang menganggap lagu ini sangat spesial untuk Super Junior.

 

 

 

 

 

“Leeteuk-ah. Ireona …” Seorang teman sekamarku membangunkan ku dari tidurku. Aku mendapati diriku di sofa sambil menggenggam buku agendaku. “Jadi tadi hanya mimpi?” gumamku.

Aku mendesah lemah dan bangkit dari sofa. Berjalan ke balkon luar, membiarkan anak rambutku terhempas kan oleh angin. Itu hanya mimpi, itu hanya mimpi, tetapi mengapa itu begitu nyata? Bila itu mimpi, aku sangat berharap – sangat sangat berharap kalau suatu saat itu akan menjadi kenyataan. Satu panggung dengan member yang lengkap. Tiada keinginan lain, hanya itu. Keinginan yang tak bermakna bagi orang lain, tetapi sangat bermakna bagi diriku, member Super Junior, dan tentunya para penggemarku, Everlasting Friend.

 

“Hankyungie, Kibumie, neomu bogoshippo. Tolong kembali ke Super Junior. Menyanyi, menari, menghibur, bercanda, tertawa, menangis bersama. Jebal saengie-ah –“

 

.

.

.

.

 

“Aku yakin suatu saat nanti, kami bertiga belas akan membuat album baru.

Dan bernyanyi bersama diatas panggung untuk menghibur

Everlasting Friend”

 

-Park Jung Soo (Leeteuk)

 

 

FIN

FINALLY (Part 3)

Standar

Hai readers! author kembali dengan kelanjutan ff finally. Mianhae lama ngepostnya author baru selesai uts, doain nilai author bagus ya! Daripada banyak basa-basi yuk mari baca ff gaje nya 

.

.

.

Title: Finally

Author: kiddyeo

Genre: School-life

Cast:
– Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin as Lee Sungmin
– other

Rating: PG-13

Type: Chapter

Summary: Kyuhyun bergabung pada suatu kelompok. Begitu pula Sungmin. Mereka masuk ke kelompok terkenal dan berbahaya. Salah satu dari kelompok itu adalah incaran polisi Korea sejak lama. Bagaimana Kyuhyun dan Sungmin bisa menyikapi kelompok mereka masing-masing dan menemukan kebenaran masalah mereka masing-masing?

NO PLAGIAT
NO SILENT READER
Typo? I’m sorry

 

Happy Reading^^

.

.

.

.

PART 3

“Jadi kalian mengerti apa maksud dari apa yang kuberi tahu tadi?” tanya Hoya.

“Mengerti!” koor angggota kelompok tersebut.

“Bagus,” ujar Hoya dengan smirk yang menghiasi wajah tampannya.

.

.

.

FINALLY [Part 3]

 

Di sebuah bangunan usang nampak lima remaja laki-laki dengan pakaian serba hitam. Mereka lah Kyuhyun, Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris. Tampaknya mereka sedang menguping pembicaraan seseorang didalam bangunan tersebut.  Kyuhyun memberi isyarat kepada kawan-kawannya untuk masuk ke bangunan tersebut. Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris mengangguk. Dengan hati-hati Kyuhyun membuka pintu bangunan itu. Ia tidak ingin menimbulkan suara sekecil apapun.

Setelah sukses membuka pintu itu, Kyuhyun masuk dengan mengendap-endap. Dirasa cukup aman, ia mengisyaratkan Changmin dan lainnya untuk masuk kedalam rumah tanpa berisik. Kyuhyun mengambil sebuah pistol dari saku jaketnya. Ia menelusuri tiap sudut ruang tengah ini.

Terdengar suara pintu terbuka, dari suatu pintu. Bukan kawan-kawan pelakunya, orang lain lah pelakunya. Kyuhyun kembali berjalan mengendap-endap menuju arah suara. Ia rapat kan dirinya di dinding.

Seorang gadis keluar dari ruangan tersebut. Ia terperanjat pasalnya ia melihat dihadapannya seorang laki-laki yang tak ia kenal. Kyuhyun langsung menutup mulut gadis itu, sebelum gadis itu berteriak.

“Sssttt, tenang lah. Aku tidak akan berbuat jahat padamu. Asalkan kau bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kami, sayang,” bisik Kyuhyun di telinga gadis itu. Gadis itu mengangguk pasrah. “Bagus,” balas Kyuhyun senang dengan anggukan gadis itu.

Kyuhyun mendudukan gadis itu di sofa. Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris pun ikut duduk di sofa. Kyuhyun melirik kearah Minho dan Jonghyun. Minho dan Jonghyun sedang menatap gadis itu intens dari atas sampai bawah. Kyuhyun memutar bola matanya, lagi-lagi mereka tidak bisa mengontrol hasrat mereka.

“Jadi siapa nama mu gadis manis?” tanya Changmin.

“Namaku? Naneun Yoonjo imnida. Dan kalian?” jawab gadis yang bernama Yoonjo itu.

“Kau tidak perlu tahu nama kami Yoonjo-ssi. Ah apakah kau mengenal Lee Howon atau Hoya?” tanya Kris. Yoonjo menatap Kris bingung.

“Hoya? Tentu sa– ah aku tidak mengenalnya,” jawab Yoonjo. Yoonjo menggigit bibir bawahnya, ia tahu konsekuensinya ketahuan berbohong kepada orang yang tidak dikenalnya. Kyuhyun melirik Minho, membersi isyarat dengan tatapannya. Dengan cepat Minho mendudukan dirinya disamping Yoonjo. Ia memainkan rambut Yoonjo.

“Jangan berbohong kepada kami, sayang. Kau tidak mau menerima akibatnya bukan?” kata Minho sambil mengelus punggung tangan Yoonjo. Yoonjo yang mendengar perkataan Minho pun bergidik. “Aku ulang, apakah kau mengenal Hoya?” tanya Minho. Yoonjo mengangguk.

“Dan kau siapanya Hoya?” tanya Minho lagi. Yoonjo menggigit bibir nya lagi. ‘Haruskah aku jujur?’ pikir Yoonjo.

“Nan yeojachingu Hoya,” jawab Yoonjo. Bingo! Kyuhyun tersenyum. Ia menemukan sasaran yang tepat, sangat tepat.

“Bisakah aku tau beberapa hal tentang Hoya?” tanya Kyuhyun lembut.

“Siapa kalian sebenarnya? Mengapa kalian ingin tahu soal Hoya?!” bentak Yoonjo.

“Kau tidak tahu kami? Ck. Tanyakan saja kepada namjachingu mu itu, huh,” kata Jonghyun.

 

***

 

Tok tok tok! Suara ketukan pintu itu membangunkan Eunra yang sedang terlelap. Eunra berjalan membuka pintu. Tampak appa dan eomma menunggu diluar.

“Mianhae Eunra ya kami menganggu kamu. Apakah ada Sungmin dirumah?” tanya Eomma Eunra. Eunra menggeleng. Sebuah senyum kecut tampak menghiasi wajah ketiga insan ini.

“Memang kenapa eomma dan appa datang kesini jauh-jauh?” tanya Eunra. Suami istri itu memasuki rumah tersebut. Eunra pun menutup pintu rumahnya.

“Kami rindu dengan anakmu,” jawab Appa Eunra.

“Sayangnya ia sedang tidak ada dirumah,” kata Eunra. Eunra mendudukkan dirinya di sofa. “Baiklah itu bukan masalah, tetapi aku bingung Eunra-ya. Sikap dia akhir-akhir ini berubah drastis, sangat drastis,” kata Appa Eunra. “Ya, begitulah. Semenjak ia mempunyai teman baru sikap dia jadi berubah seperti ini. Mungkin itu faktor teman-temannya yang tidak beres,” kata Eunra.

“Boleh appa tau siapa teman-teman barunya?” kata Appa Eunra.

*Flashback*

Eunra mengetuk pintu kamar Sungmin. Sungmin pun membukanya. “Ah eomma, ada apa?” tanya Sungmin.

“Kau sedang belajar, eo? Mian bila eomma menganggu. Aniyo, eomma ingin bertanya saja kenapa akhir-akhir ini kau terlihat gembira?” tanya Eunra. Sungmin mempersilahkan eommanya itu masuk kedalam kamarnya.

“Kan aku sudah pernah mengatakan kepada eomma bila aku mempunyai teman baru,” kata Sungmin antusias.

“Baik, boleh eomma tahu siapa saja mereka?” tanya Eunra. Sungmin mengangguk.

“Mereka adalah Siwon, Hoya, Eunhyuk, dan Donghae. Mereka sangat baik kepadaku! Ya berbeda dengan teman-teman lainnya,” kata Sungmin diakhiri raut wajah lesu seusai mengatakan kata ‘berbeda.’

“Eomma turut senang mendengar bahwa kapten eomma sudah memiliki teman baru. Jangan menyakiti hati mereka Sungmin-ah, arraseo?”

“Arraseo eomma!”

*Flashback end*

“Mereka adalah Siwon, Hoya, Eunhyuk, dan Donghae,” jawab Eunra. Appa Eunra  terbelalak, ia begitu kaget mendengar deretan nama-nama yang disebut oleh putrinya.

“Waeyo chagiya?” tanya Eomma Eunra. Eunra merasa aneh dengan terkejut appanya itu.

“Jinjja? Sungmin memiliki teman-teman itu? Oh jebal,” suara Appa Eunra melemah. Ia begitu kaget, sangat kaget.

 

***

 

Siwon, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, dan  Hoya sekarang sedang berada di kedai kopi. Mereka sedang bersantai sambil membicarakan sesuatu.

“Sungmin-ah kau berubah drastis sejak berteman dengan kami,” kata Donghae. Ia meniup-niup secangkir latte panas yang sedang ia pegang. Sungmin tersenyum simpul saat mendengar pernyataan Donghae.

“Terimakasih telah mau bergabung di kelompok kami. Ya, walau kelompok kami memang membahayakan…,” ungkap Siwon pelan diakhir kata.

“Seharusnya aku yang bilang terimakasih kepada kalian. Karena kalian lah aku punya teman lagi,” kata Sungmin tulus. Sungmin menyeruput kopi nya. “Sekarang apa yang harus kita lakukan?”

Eunhyuk membenarkan letak duduknya. “Mencari tahu siapa saja orang terdekat Kyuhyun,” jawab Eunhyuk. Sungmin mengangguk.

“Keluarganya? Keluarganya bukan hal yang paling terdekat nya?” kata Sungmin. Donghae menggeleng. “Kyuhyun tidak memiliki ibu atau pun saudara. Ia juga tidak dekat dengan appa-nya,” ungkap Donghae.

“Arraseo. Tapi walaupun Kyuhyun tidak dekat dengan appa-nya, appa nya pasti tahu beberapa kenalan kyu, itu hanya pemikiranku saja sih,” kata Sungmin.

“Bingo! Kau benar ming! Berarti kita harus bertanya kepada appa-nya gitu?” kata Hoya, “lalu siapa yang ingin bertanya kepada appa-nya kyu? Jangan aku.”

“Jangan aku juga.”

“Aku tidak mau.”

“Jangan aku yang bertanya ke appanya.”

Sungmin menatap heran ke teman-temannya ini. Mengapa mereka tidak mau bertanya ke Tn. Cho? “Ya, berarti aku dong yang bertanya ke appa-nya kyu? Aish, aku kan tidak tahu orangnya,” keluh Sungmin.

“Kau tidak tahu eo? Hahaha ming-ah kau lucu sekali. Appanya kyu adalah direktur di perusahan Cho Corp!” gelak tawa para teman-teman Sungmin menggema begitu keras di telingan Sungmin.

“Ya! Berhenti menertawakan ku, pabbo. Arraseo, jadi aku harus bagaimana?” tanya Sungmin. Bibir tipis Sungmin membentuk sebuah lekukan melengkung keatas. Menandakan perasaan dia sedang tidak bersahabat. (?)

“Begini …” Siwon menjelaskan rencananya dengan pelan-pelan. Hampir seperti berbisik. Yang tadinya ribut pun berubah menjadi hening.

 

***

 

Kyuhyun mengeringkan rambut coklatnya dengan handuk. Sehabis mandi membuat pikiran begitu jernih. Kyuhyun lalu mengancingkan pakaian yang sedang ia kenakan. Setelah selesai mengancingi kemejanya, Kyuhyun mengambil ponsel yang terletak di dekat tv dan menggesek layar ponselnya. Nampaknya ia sedang mencari kontak seseorang.

“Ck!” Dia berdecak kesal. Pencariannya tidak membuahkan hasil. Lalu Kyuhyun menekan digit nomor di ponselnya.

“Changmin-ah!”

“Hm– ada apa kyu?”

“Kau punya nomor Yoonjo?”

“Buat apa? Kau ingin mengencaninya, huh? Ya~ dia sudah memiliki kekasih, pabbo!”

“Ck, siapa pula yang ingin mengencaninya Tuan Shim yang terhormat? Cepat, kau punya tidak? Aku ingin menggali lebih dalam lagi tentang– “

Tentang dirinya? Astaga kyu, sudah kubilang dia sudah memiliki kekasih! Nde, aku punya.”

“Tentang Hoya, pabbo! Argh, sudah kirim saja nomornya ne!,”

Pip!

Dengan kesal Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya. Ponselnya bergetar, menandakan sebuah pesan masuk. Kyuhyun langsung membaca pesan tersebut dan menyimpan pesan tersebut.

 

-At Coffee Shop-

 

Kyuhyun tengah meneguk secangkir kopi miliknya. Yeoja disampingnya sedang menatap arlojinya resah. Ya, sudah lima menit mereka hanyut dalam kebisuan. Tiada percakapan.

“Em, Kyuhyun-ssi ada keperluan apa kau membawaku kemari?” tanya Yoonjo pelan. Kyuhyun mengatur posisi duduknya.

“Ah ya, mian membuatmu menunggu. Aku ingin menanyakan beberapa hal tentang kekasih mu,” jawab Kyuhyun. Yoonjo mengangguk.

“Kau tahu teman-teman

“Hm, boleh ku tahu kenapa dia membenci ku, Yoonjo-ssi?” tanya Kyuhyun.

“Nde? Bukankah kau dulu temannya Hoya?” jawab Yoonjo.

“Sudah jawab saja pertanyaanku,” balas Kyuhyun.

“Em, jadi Hoya sebenarnya adalah anak polos. Ia begitu polos hingga sering di jadikan boneka oleh teman-temannya bahkan orang tuanya sendiri. Orang tuanya pernah menggunakan Hoya sebagai umpan untuk membalas dendam rival perusahaan mereka. Belum lagi oleh teman-teman sekolah nya yang sangat badung-badung–,”

“– ah dan akhirnya ia menyadari kalau ia selalu dimanfaatkan. Ia menyadari kalau ia begitu bodoh, dan sayangnya dia menyadari itu semua saat ia berteman denganmu Kyuhyun-ssi. Dia begitu marah dengan orang di dekatnya termasuk dirimu–“

“Nde? Aku tidak memanfaatkannya Yoonjo-ssi!” gertak Kyuhyun.

“–jangan marah dulu Kyuhyun-ssi. Memang benar kau tidak memanfaatkannya. Tetapi dia sedang kacau saat itu. Belum lagi ia iri denganmu. Hoya sedang mendekati gadis pujaannya, Harim. Dan ternyata Harim menyukaimu. Otomatis hati Hoya hancur begitu tahu kenyataanya. Dan terakhir–“

“Hoya kesal karena kau berubah drastis Kyuhyun-ssi. Hoya sebenarnya sangat ingin dekat denganmu, tetapi kau menjauh. Dulu waktu itu kau sangat begitu ramah terhadapnya, tetapi setelah kau dekat dengan empat anak kelas lain, kau berubah. Kau menjadi begitu dingin dan tidak peduli dengan teman lama mu. Karena itu Hoya menjadi seperti ini.”

Yoonjo meneguk kopinya. Tenggorokannya begitu kering setelah selesai menjelaskan penjelasan tersebut. “Kau tahu teman-teman nya Hoya?” tanya Kyuhyun.

“Sebentar– ah ya aku ingat teman-temannya itu hanya anggota kelompoknya lalu Kai, Ilhoon, dan salah satu anggota kelompokmu, Shim Changmin” jawab Yoonjo.

“Nde? Jangan membual nona, aku sudah hapal betul watak Changmin. Dia selalu menuruti perintahku!” seru Kyuhyun. Kyuhyun begitu terkejut saat mendengar Changmin sahabatnya termasuk teman Hoya.

“Karena itu dia melanggar perintahmu tuan. Changmin begitu bosan selalu di suruh-suruh oleh mu. Kau memperlakukannya layaknya seorang budak! Kau pikir dia budak mu, eoh?” balas Yoonjo.

Kyuhyun membeku. Bibirnya begitu kelu membalas gertakan Yoonjo. Dia percaya tidak percaya atas jawaban dari Yoonjo. Dia tidak percaya kalau Changmin berbuat seperti itu. Changmin adalah sahabat Kyuhyun sejak dulu. Dan Changmin tahu semua rahasia Kyuhyun. Dan bila perkataan Yoonjo itu benar, Kyuhyun tidak tahu harus mau apa lagi. Dia pasti akan hancur.

Kyuhyun menggeram. Tangannya mengepal kuat sehingga tampak jelas urat-urat tangannya. Dia ingin cepat-cepat pergi untuk menghajar Changmin, tetapi sayangnya dia masih harus menanyakan beberapa pertanyaan ke Yoonjo.

“Hm, terimakasih atas informasinya Yoonjo-ssi,” ucap Kyuhyun lesu.

“Cheonma,” jawab Yoonjo sambil menyeringai kecil.

 

***

 

“Arraseo!” kata Sungmin, Eunhyuk, Donghae dan Hoya serempak. “Lalu dimana kantor Cho Corp? Biar kita laksana misi kita sekarang!” kata Sungmin antusias.

“Kau yakin siap sekarang ming?” tanya Eunhyuk. Sungmin mengangguk.

“Tidak jauh dari sini. Kita bisa berjalan dari sini. Tetapi sepertinya tidak bisa sekarang ming, kita belum menyiapkan beberapa hal. Lebih baik kita pulang dulu, baru besok kita atur ulang rencana. Kajja kita ke halte bus,” kata Siwon.

Tak perlu menunggu balasan dari teman-temannya itu Siwon pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari kedai. Teman-temannya pun mengikuti dirinya, walau ada beberapa yang mau tidak mau harus setuju oleh ucapan ketuanya.

 

Hari ini angin berhembus cukup kencang. Sungmin merapatkan coat yang tengah ia kenakan. Lalu meniup-niup tangannya dan menggesek-gesek tangannya. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka. Mereka sedang larut dalam pikiran masing-masing, terkecuali Sungmin. Ya, pria itu hanya melihat-lihat pemandanngan kota. Walau hanya jejeran kedai-kedai makanan yang dapat ia temukan.

Sungmin berhenti. Ia menatap kearah sebuah kedai kopi. Entah ia sedang melihat apa, tetapi nampaknya ada yang janggal. “Hoya!” panggil Sungmin setengah berteriak. Hoya yang mendengar panggilan dari Sungmin pun menghampiri Sungmin.

“Gwaenchana?” tanya Hoya. Sungmin menunjuk dua orang yang berada di dalam kedai kopi itu. Hoya melihat arah tunjukkan Sungmin. Ia terbelalak. Ia mengepalkan tangannya lalu ia langsung memasuki kedai kopi tersebut dan menghampiri dua orang yang ditunjuk Sungmin.

“Ah~ jadi begini kelakuan aslimu hah? Mengencani pria lain. Tidak cukup kah kau punya aku, hah?!” gertak Hoya. 

.

.

.

TBC

Gaje ya? Part ini fokus dulu ke Hoya, nanti part selanjutnya gak kok😀
Mianhae mengecewakan.

RCL please, Don’t be SIDERS

FINALLY (Part 2)

Standar

Annyeonghaseyo istri sah dari Kyuhyun kembali lagi *ditoyor sparkyu* Author kembali lagi dengan ff part ke 2 yang aneh bin ajaib, plus gaje. Udah segini aja jangan banyak cincong nanti pada terkesima lagi sama author /? *loh* silahkan baca^^

.

.

.

Title: Finally

Author: kiddyeo

Genre: School-life

Cast:
– Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin as Lee Sungmin
– other

Rating: PG-13

Type: Chapter

Summary: Kyuhyun bergabung pada suatu kelompok. Begitu pula Sungmin. Mereka masuk ke kelompok terkenal dan berbahaya. Salah satu dari kelompok itu adalah incaran polisi Korea sejak lama. Bagaimana Kyuhyun dan Sungmin bisa menyikapi kelompok mereka masing-masing dan menemukan kebenaran masalah mereka masing-masing?

NO PLAGIAT
NO SILENT READER
Typo? I’m sorry

Happy Reading^^

.

.

.

.

PART 2

Sudah beberapa ruangan mereka jumpai sekarang Siwon membawa Sungmin ke sebuah koridor yang panjang dan agak gelap. Diujung koridor terdapat ruangan tanpa pintu. Secara sekilas ruangan itu mirip seperti perpustakaan. Mereka berdua pun memasuki ruangan tersebut. Benar, ruangan ini adalah perpustakaan. Siwon menyalakan lampu lalu ia menarik sebuah tuas dan lemari yang berisi buku-buku itu pun bergeser. Menampilkan sebuah pintu besar.

“Silahkan buka pintu itu min,” kata Siwon. Siwon mundur selangkah memberikan jalan untuk Sungmin. Tanpa basa-basi Sungmin membuka pintu itu. Dan ….

.

.

.

FINALLY [Part 2]

“Wow!”

Dibalik pintu besar itu terdapat ruangan bernuansa merah dan hitam. Terdapat sebuah meja bulat besar berserta lima kursi. Terdapat juga sebuah bar kecil. Suasana di ruangan ini seperti gabungan antara ruang sekertariat dan ruang kelab.

“Untuk apa ruangan ini?” tanya Sungmin. Sungmin berjalan menelusuri tiap sudut dalam ruangan ini. Kesan gotik pun menambah warna pada ruangan ini. “Ruangan untuk rapat, dan ya, aku belum menceritakan kau suatu hal dengan maksud dan tujuan ku mengajak mu masuk ke kelompok ini?” jawab Siwon.

Sungmin menggeleng, “sebenarnya aku tidak peduli tujuan mu memasukkan aku kedalam kelompokmu ini. Yang penting sekarang aku sudah memiliki teman!” Siwon tersenyum miris mendengar jawaban Sungmin. Ia merasa bersalah memasukkan anak sepolos Sungmin kedalam kelompoknya. “Baiklah, sekarang sudah larut malam, kau mau pulang atau menginap bersama kami disini?”

Sungmin menoleh ke arah Siwon. “Kau mengajakku menginap? Ya, tentu saja aku mau menginap bersama kalian!” Sungmin memekik. Sekarang jiwanya tidak beres lagi. “Baik baik, kau tidak menelpon ibumu dulu? Lagipula ibumu kan adalah hal terpenting di hidupmu min. Aku masih ada sifat baik kan?” saran Siwon. Sungmin menghela nafas. “Baterai handphone ku lowbat.  Lagipula ibu ku akan mengerti, aku sudah beranjak dewasa,” balas Sungmin. Siwon mengangguk, “sesekali dalam hidupmu melanggarlah aturan yang ada, hidup akan menjadi jenuh bila kita terlalu serius min.”

Siwon dan Sungmin pun keluar dari ruang tersebut. Mereka secara bersamaan berjalan menuju Donghae, Eunhyuk, dan Hoya yang berada di ruang tengah.

***

Pagi itu isak tangis seorang wanita begitu menggema di sebuah rumah. Entah apa yang ia tangisi, yang pasti tangisan itu seperti tangisan kehilangan. Kehilangan seseorang yang dicintainya.

“Sudah berhenti menangis sayang, anakmu pasti tidak apa-apa. Mungkin dia sedang menginap di rumah temannya …,” Appa Eunra mencoba menenangka tangisan anak perempuannya ini. “Tapi, Sungmin tidak mengabari ku appa, eomma…” Isakan demi isakan terus menggema di rumah ini. Orang tua Eunra pun pusing menghadapi anak semata wayangnya ini.

Tok Tok Tok!
Terdengar suara ketukan pintu. Dengan cepat Eunra menghapus air matanya, dan berlari kearah suara tersebut. Eunra membuka pintu tersebut. Dan nampak seorang remaja laki-laki, Sungmin. Eunra langsung menghamburkan pelukannya ke Sungmin. Meluapkan rasa rindunya pada anaknya ini.

“Eomma, kita sekarang berada di luar. Lebih baik aku masuk dulu. Aku capek,” Sungmin melepas pelukan Eunra. Ia segera masuk ke rumah dan langsung menuju ke kamar tidurnya tanpa salam ke nenek dan kakeknya terlebih dahulu.

Eunra membeku di depan pintu,  wajahnya menampilkan senyum kecut. “Aku sudah tahu pasti akan terjadi seperti ini,” gumam Eunra seraya menutup pintu. Eunra berjalan lesu menuju kedua orang tuanya.

“Apa-apaan ini? Mengapa ia sangat tidak sopan seperti itu? Hah· · · sifat appanya mulai muncul padanya! Awas saja bila aku bertemu mantan suamimu itu!” amuk Appa Eunra. Eomma Eunra menenangkan suaminya itu. Eomma Eunra tidak ingin sampai Sungmin mendengarkan amukan haraboeji nya tersebut.

Tetapi …

“Aku memiliki appa? Tapi, kata eomma appa sudah tiada sejak aku lahir. Ah eothoke?” gumam Sungmin. Ia membuka perlahan pintu kamarnya pelan-pelan supaya haraboeji, halmoeni, dan eomma nya mengetahui ia mendengarkan amukkan haraboeji-nya.

***

“Ya~ Cho Kyuhyun, kemari kau!” teriakan lelaki berumur menggema seisi ruang tengah. Kyuhyun menatap malas lelaki tersebut. Lelaki tersebut adalah appa dari Kyuhyun. “Kau sangat kurang ajar kyu! Appa capek  bertengkar denganmu terus!” ujar Tn. Cho. Kyuhyun menampilkan senyum sinisnya, “siapa juga yang tidak capek appa?! Bukan kan appa yang mulai? Appa selalu mengekang aku! Aku sudah besar appa! I’m not child anymore! Ck.”

Tn. Cho menggeram, “appa melakukan itu karena appa tidak ingin kau mendapatkan teman yang buruk kyu!”

“Appa bilang sendiri kalau kita tidak boleh memilih-milih teman. And now appa is lying. Don’t distrub my life!” Kyuhyun berjalan cepat keluar dari rumah.

Lagi – lagi pertengkaran yang mewarnai hari-hari Kyuhyun di rumahnya. Bila Tn. Cho mengetahui anaknya bertengkar atau melakukan hal-hal terlarang. Maka rumah pun akan menjadi tempat adu mulut bagi mereka berdua. Tidak ada kedamian diantara mereka. Seakan mereka telah dipisahkan jurang tak berdasar.

Kyuhyun mengeratkan coat yang ia kenakan. Musim gugur tahun ini sangat begitu dingin. Ditambah dengan perasaan Kyuhyun yang sedang tidak bersahabat. Kyuhyun menendang-nendang batu-batu yang menghalangi jalannya. Sampai ia menendang batu mengenai kepala seorang pria.

“Appo!” Pria dengan suara bass itu meringis seraya mengelus-elus kepala bagian ubun-ubunnya. Dan pria itu adalah Lee Howon (Hoya).  Hoya menoleh kearah sang pelempar. Ia menangkap bayangan Kyuhyun sedang terkekeh. Hoya menggeram, ia beranjak dari bangku dan berjalan menuju Kyuhyun.

“Yak! Apa-apaan kau ini, kau ingin mencari gara-gara pada ku, hah?” cecar Hoya. Kyuhyun dengan perlahan berjalan mundur karena Hoya terus mendekatkannya.

“Santai Hoya. Aku tidak ingin mencari gara-gara pada mu atau ehm kelompokmu itu,” balas Kyuhyun dengan penekanan di kata kelompok.

“Bagaimana kau bisa tahu aku punya kelompok?” tanya Hoya sinis.

“Aku punya banyak kenalan di daerah sini. Jadi aku gampang mengetahui aktivitas-aktivitas mu Hoya,” jawab Kyuhyun dengan smirk andalannya.

“Pembohong, mana mungkin kau memiliki kenalan di daerah sini kyu? Sikap mu saja tidak memungkinkan kau dapat kenalan apalagi teman. Untuk dekat dengan ayah mu saja kau tidak bisa, ck. Berhenti berbohong lah,” kata Hoya. Kyuhyun menggeram, ia mengepalkan tangannya bersiap meninju insan di hadapannya sekarang ini. Kyuhyun mengenggam kerah baju Hoya. Ia angkat tinggi Hoya. “Jaga bicaramu! Kau tidak takut mati, hah? Dari mana kau tau soal keluargaku?!”

“Seperti yang kau bilang, ‘aku punya banyak kenalan di daerah sini. Jadi aku gampang mengetahui aktivitas-aktivitas mu kyu’.”

Giliran Hoya yang menampilkan smirk nya. Kyuhyun terdiam ia melepas genggaman nya pada kerah baju Hoya. Hoya pun terlepas dari jeratan Kyuhyun, ia menepuk-nepuk pakaiannya. Membersihkan diri. “Lihat saja, sampai aku tahu siapa kenalanmu. Akan aku habisi mereka!” ancam Kyuhyun. Kyuhyun balik badan menuju rumahnya.

“Kau juga kyu. Jaga baik orang terdekat mu, bila kau tidak mau mereka terluka sebelum kelompokku melukai mereka!”

***

Kyuhyun dengan cepat mengendarai mobil sport hitam miliknya. Semakin lama ia semakin menekan pedal gasnya membuat mobil miliknya semakin melaju dengan cepat. Ia raih smartphone nya di saku celananya. Ia menelpon Changmin.

“……”

“Changmin-ah, kau sedang ada dimana?”

“……”

“Cepat ke markas. Dan ajak anggota lainnya untuk ke markas!”

“……”

“Jangan banyak bertanya. Cepat, ada info penting yang akan ku beritahu pada kalian.”

“……”

“Ne, pabbo. Aku tunggu lima menit, awas saja bila kau telat!”

Pip!

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya. Ia tidak suka basa-basi. Baginya itu hanya membuang waktu.

Di ujung jalan terlihat bangunan kecil dengan halaman begitu luas. Kyuhyun memarkirkan mobilnya di halaman tersebut. Ia segera keluar dari mobil dan menuju bangunan kecil itu. Bangunan kecil itu hanya sebesar dua kali tiga meter.

Kyuhyun memegang knop pintu. Ia lalu membuka pintu itu dan menuruni tangga didepannya. Setelah tangga terakhir ia turuni tampak lah ruangan besar. Ruangan dengan nuansa kelab, tetapi glamor. Ia merebahkan dirinya di sofa merah, tak jauh dengan tangga. Kyuhyun melihat arlojinya, sudah empat menit. Masih ada satu menit kesempatan untuk Changmin dan kawannya sampai ketempat ini.

Tak lama setelah Kyuhyun merebahkan dirinya disofa. Muncul lah empat orang dengan tampang acak-acakkan. Ya merekalah Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris.

“Kenapa kau menyuruh kita kemari kyu?” tanya Minho. “Kau tahu tadi aku sedang sibuk berkencan dengan seorang gadis!”

Kyuhyun melempar kaleng soda bekas ke arah Minho. “Pikiran mu itu hanya gadis, gadis dan gadis. Aku membawa kalian kemari karena ada info penting yang akan aku berikan pada kalian,” jawab Kyuhyun.

“Info penting? Info tentang apaan?”

“Tentang kelompok si Hoya bukan?”

“Ini info atau misi baru kyu?”

“Misi baru?! Aku bosan mendengar kata itu..”

Kyuhyun memutar bola matanya bosan. “Bagaimana aku mau menjawab pertanyaan kalian, jika kalian tidak memberi ku kesempatan untuk menjawab?”

Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris pun terkekeh. Lalu Kyuhyun pun menceritakan pengalaman yang ia alami tadi saat bertemu Hoya.

“Jadi? Kita harus mencari tahu kenalan-kenalan kelompok mereka begitu?” simpul Kris.

“Gotcha! Benar kata Kris, kita semua harus mencari tahu kenalan-kenalan mereka,” balas Kyuhyun.

“Semakin lama permasalahan ini semakin rumit, huh,” umpat Changmin.

***

Sedangkan di tempat lain, kelompok Hoya sedang berada di ruang rahasia mereka. Mereka sedang serius membicarakan suatu soal. Seperti halnya rapat, mereka sangat antusias mendengar penjelasan Hoya.

Hoya menceritakan pengalamannya saat bertemu Kyuhyun tadi pagi. Eunhyuk yang sedang dalam mood yang baik pun terus menerus memotong bicaraan Hoya. Dan itu sukses membuat Hoya kesal.

“Diamlah anchovy, bisakah aku melanjutkan omongan ku tadi?” Hoya memutar bola matanya kesal. Sedari tadi ia hanya menjawab pertanyaan Eunhyuk bukannya menceritakan pengalamaanya. Eunhyuk pun terdiam, lalu Hoya pun melanjutkan ceritanya.

“Jadi kalian mengerti apa maksud dari apa yang kuberi tahu tadi?” tanya Hoya.

“Mengerti!” koor angggota kelompok tersebut.

“Bagus,” ujar Hoya dengan smirk yang menghiasi wajah tampannya.

.

.

.

TBC

Tambah aneh ya?
Author lagi galau pas buatnya makanya aneh–v
Diterima kritik dan saran
RCL jangan lupa, dont be siders😉

FINALLY [Part 1]

Standar

Annyeonghaseyo^^ aku author baru. Aku disini buat ff gaje yang pasti readers gak dapet feel nya /? Author line 00 jadi wajar kalo aneh –v udah lanjut baca aja ya^^

.

.

.

Title: Finally

Author: kiddyeo

Genre: School-life

Cast:
– Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin as Lee Sungmin
– other

Rating: PG-13

Type: Chapter

Summary: Kyuhyun bergabung pada suatu kelompok. Begitu pula Sungmin. Mereka masuk ke kelompok terkenal dan berbahaya. Salah satu dari kelompok itu adalah incaran polisi Korea sejak lama. Bagaimana Kyuhyun dan Sungmin bisa menyikapi kelompok mereka masing-masing dan menemukan kebenaran masalah mereka masing-masing?

NO PLAGIAT
NO SILENT READER
Typo? I’m sorry

Happy Reading^^

.

.

.

.

Seorang laki-laki bertubuh jangkung berjalan melewati koridor sekolah Kirin Art High School. Di ikuti oleh 4 laki-laki dibelakangnya. Ialah Cho Kyuhyun atau yang biasa dipanggil Kyuhyun ini memiliki paras tampan, pintar dan bergabung ke sebuah kelompok. Tak ada satupun murid yang tak mengenalnya, dan tak jarang semua gadis di sekolah ini mengagumi ketampanannya.

“Ck, kyu, bisakah kau tidak usah berlaga seperti itu?” umpat Changmin salah seorang anggota kelompoknya itu.

“Emang itu menjadi urusan mu tuan Shim? Jonghyun, Kris, dan Minho saja tidak bermasalah,” balas Kyuhyun. Mereka berlima berhenti di depan loker-loker sekolah, dan mengambil beberapa buku di loker masing-masing. Lalu mereka berjalan bersama menuju kelas.

***

Waktu istirahat, waktu dimana para siswa sekolah Kirin Art High School beristirahat. Tak jarang kantin sekolah penuh oleh  siswa. Begitu juga Kyuhyun dan kelompoknya saat waktu istirahat tiba, mereka bersama-sama pergi ke kantin untuk makan atau sekedar berbincang-bincang.

Kyuhyun mengaduk-aduk minumannya. Tak berniat sama sekali untuk meminum nya. “Kyu, aku menerima info dari beberapa anak, katanya ada kelompok baru yang akan menjadi saingan kita,” ujar Kris sedikit berbisik.

“We have new rival– ,” kata Kyuhyun dengan smirk khas nya. “ –Kris, beritahu aku secara lengkap tentang kelompok itu.”

 “Katanya kelompok itu terdiri dari empat anggota, ketua kelompoknya berasal dari kelas C dan sisanya adalah sahabat dia yang berasal dari berbagai kelas. Kelompok itu terbentuk lusa kemarin. Aku tidak tahu tentang misi kelompok itu. Marga dari ketua kelompok itu adalah ‘Choi’. Ketua kelompok itu cukup terkenal di sekolah ini. Sementara ini, aku hanya mendapat info itu saja.”

Kyuhyun mengangguk. “Terimakasih Kris, kau adalah anggota kelompok yang terbaik–  ,” puji Kyuhyun. “ –Kris cari info terbaru tentang kelompok itu. Lalu Minho, tugasmu adalah mengamati anak kelas C dan terakhir Jonghyun dan Changmin tugas kalian amati seluruh murid angkatan kita ini, arra?”

“Arraseo,” kata Kris dan Minho.

“Mengapa aku harus bersama si bodoh ini?!” seru Jonghyun dan Changmin bersamaan. Jari telunjuk mereka saling menunjuk. Secara bersamaan juga mereka membulatkan matanya. Mengapa mereka bisa mengatakan hal yang sama secara bersamaan?

“Ya! Jangan mengikuti kata-kata ku kau bodoh!” Lagi-lagi Jonghyun dan Changmin mengatakan hal yang sama secara bersamaan. Kyuhyun, Minho dan Kris pun tertawa dengan kejadian konyol ini.

***

“Eomma, aku pulang!” seru seorang laki-laki.

“Sungmin-ah, bagaimana kabar mu di sekolah? Ada hal yang menyenangkan?” Wanita yang bernama Eunra itu menjawab sapa-an anaknya, Lee Sungmin.

“Aku punya teman baru namanya Choi Siwon. Dia murid pindahan dari Amerika. Dia baik sekali, karena dia aku mempunyai teman baru selain dirinya!” ujar Sungmin antusias. Bila kita lihat pada dirinya Sungmin tidak memiliki masalah fisik apa pun. Tetapi bila kita lihat kejiwaannya, kita bisa lihat kalau Sungmin berbeda dengan anak lelaki lainnya. Sifat Sungmin hampir sama seperti perempuan. Itu disebabkan karena selama 12 tahun belakangan ini, ia diasuh hanya oleh ibu nya.

“Wah, anak eomma memang daebak. Ka– kau mandi sana, eomma sudah mencium aroma tak sedap di badan mu,” pinta Eunra. Sungmin mengangguk menuruti perintah ibunya. Eunra tersenyum.

“Ya Tuhan, berikan lah kesembuhan kepada anak pertamaku ini,” batin Eunra. Eunra menutup pintu depan dan pergi ke dapur.

*Flashback*

“Eunra-ya!” Lelaki paruh baya menghampiri Eunra yang sedang menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya. Eunra menoleh kearah suara tersebut.

“Appa! Mengapa tidak bilang kalau ingin mengunjungiku?” tanya Eunra. “Appa hanya ingin mengejutkanmu. Oh ya, tadi appa melihat ada sepucuk surat di kotak pos rumahmu. Ini ..”

Eunra mengambil surat itu dari tangan ayahnya. Ia tatap surat itu. Tak ada nama pengirim. Dengan perlahan Eunra membuka surat itu. Terdapat 2 lembar kertas, Eunra memilih membaca isi surat yang ditulis tangan.

Lee Eunra-ya
Mianhae aku tidak bisa menjagamu
Mianhae aku tidak bisa bersamamu
Bersama untuk menjaga kedua pahlawan kecil kita
Mianhae, aku memutuskan pilihan secara sepihak
Tapi mungkin keputusan ini baik untuk kita
Dan baik buat keluarga kecil kita
Aku tak ingin engkau khawatir lagi padaku Eunra-ya
Karena itu aku memutuskan kita untuk bercerai
Jeongmal Mianhae
Kau pasti berpikir aku jahat bukan Eunra?
Nde, aku memang jahat
Tapi ini untuk kebaikan kita bersama Eunra-ya
Aku akan membawa little Cho untuk kurawat
Sedangkan kau merawat captain Cho
Dan selembar kertas lainnya adalah bukti pencerai-an kita
Mianhae
Neomu neomu saranghae my juliette

From: ex yours, Cho Kyungmin

Tes! Setetes air mata jatuh membasahi pipi tembam Eunra. Eunra meremas kertas tersebut. Sakit hati, itulah rasa yang ia sedang rasakan saat ini. Seperti hatinya sedang ditusuk oleh ribuan jarum. Semakin ia meluapkan tangisannya, semakin pula jarum-jarum tersebut menusuknya lebih dalam lagi.

“Lee Eunra, waeyo Eunra? Kamu kenapa, sayang?” tanya Ayah Eunra. Eunra hanya menggeleng kan kepalanya, mengatakan ‘aku baik-baik saja’. Eunra membaca isi surat kedua. Memang benar kertas itu bukti penceraian Kyungmin dengan Eunra. Semakin banyak air mata yang jatuh membasahi wajah putih Eunra. Eunra teduduk di kursi ia menekuk kedua lutut nya.

Ayah Eunra yang khawatir keadaan anaknya sekarang langsung merebut kertas yang digenggam oleh Eunra. “Yak! Dasar namja kurang ajar, bisa-bisanya dia memutuskan secara sepihak keputusan ini!” Ayah Eunra merobek-robek kertas yang ia baca tersebut dan menenanggkan Eunra.

*Flashback End*

***

Sudah sepekan ini Sungmin selalu bersama Siwon. Tak hanya Siwon, Sungmin juga bergaul dengan Eunhyuk, Donghae dan juga Hoya. Dan berkat Sungmin memiliki teman seperti ini membuat kejiwaan Sungmin mulai membaik. Ia mulai tegas, tidak selembut seperti pekan kemarin.

“Sungmin-ah, kau mau menjadi sahabat kami tidak?” tanya Hoya.

“Tentu saja. Memang sebelumnya aku tidak dianggap sahabat oleh kalian, ck?” tanya Sungmin. Siwon tertawa renyah.

“Tentu saja kami menganggapmu sahabat kamu, minie. Tapi, kita ingin kau menjadi bagian kelompok kecil kami. Tenang saja ini kelompok tidak seperti kelompok yang lainnya. Kau mau tidak?” jawab Siwon. Siwon menyikut lengan Donghae dan menampilkan smirk nya.

“Nde, aku mau,” balas Sungmin antusias.

***

“Kyuhyun-ah!” Kris menepuk pundak Kyuhyun otomatis Kyuhyun menoleh kearahnya. “Ada apa?” tanya Kyuhyun. Kris duduk disamping Kyuhyun dan meminum jus yang di pesan oleh Kyuhyun. “Hey! It’s mine, pabbo!” kata Kyuhyun seraya memukul punggung Kris.

“Appo kyu! Jadi begini aku mendapat info bahwa anggota kelompok saingan kita bertambah lagi, kalau tidak salah namanya Lee Sung .. Sungmin, ya Sungmin. Anak aneh itu masuk ke kelompok tersebut!” tutur Kris.

“Hahaha, apa? Anak ingusan itu masuk? Ck, mereka bodoh sekali memasuki Sungmin ke kelompoknya,” ejek Kyuhyun.

“Oh ya kyu, aku dapat beberapa info tentang kelompok itu. Ketua nya itu anak pindahan dari Amerika, Choi Siwon sedang anggota kelompoknya adalah Lee Howon, Lee Donghae, Lee Hyukjae dan Lee Sungmin, itu info terbaru yang aku tahu.”

“Mwo? Ketuanya dia? Mati kita, belum lagi anggota nya terdapat Hoya.”

“Ya, tapi untungnya anak ingusan itu tidak berguna di kelompoknya, kyu.”

“Kau benar juga Kris. By the way···Minho, Jonghyun dan Changmin mereka dimana?”

“Seperti biasa, ditaman dan sedang menggoda para gadis.”

“Hah, benar-benar tidak bisa diandalkan mereka ini, aish. Aku akan tegur mereka.”

“Aku ikut, kyu!”

Kyuhyun dan Kris pun berjalan beriringan menuju taman sekolah. Menegur para playboy yang tiada henti-hentinya mengoda gadis-gadis.

Di taman, Kyuhyun melihat Minho, Jonghyun, dan Changmin sedang menggoda gadis. “Ya! Tiga mata keranjang kesini kalian!” seru Kyuhyun. Minho, Jonghyun, dan Changmin tersentak, pada pasalnya mereka sudah tahu siapa suara yang memanggil mereka tersebut. Mereka bertiga menangkap bayangan dua sahabat mereka, Kyuhyun dan Kris. Mereka menatap Kris dengan tajam, seperti mengatakan ‘awas saja kau.’ Kris pun bergidik melihat tatapan ketiga sahabatnya itu.

“Apa yang kalian lakukan, eo? Menggoda lagi? Aish, sekarang ini kita ada tugas, pabbo!” ujar Kyuhyun sambil menjitak satu per satu ketiga temannya itu.

“Appo, kyu!”

“Yak, sakit bodoh!”

“Awww!”

“Yak, pelankan sedikit suara kalian bodoh. Ah– Kris kajja kita ke kelas lagi. Biar mereka menanggung malu akibat teriak ditengah gadis-gadis,” kata Kyuhyun. “Ne, kajja..,” sahut Kris.

***

00.01 KST

Tampak sekelompok remaja laki-laki berjumlah lima orang sedang berkumpul di sebuah rumah yang lebih tampak seperti gudang. Mereka sedang bercengkrama dan meminum soju, terkecuali Sungmin. Ya, kecuali dia.

“Sungmin-ya, ayo minum soju ini hug. Semua bebanmu akan hilang min hug,” kata Donghae. Donghae menawari sebotol soju, ia tampak mabuk karena terlalu banyak minum soju.

“Jangan dengarkan kata dia, min. Dia memang suka begitu,” kata Hoya dingin. Sungmin mengangguk. Sebenarnya ia bingung berada di markas kelompoknya. Ia terlalu polos untuk masuk ke kelompok ini. Bahkan ia tidak pernah ke tempat seperti ini sebelumnya. Benar-benar lelaki polos.

“Sungmin!” seru Siwon. “Ada apa?” tanya Sungmin. “Mau mengitari markas kita ini? Kau kan baru masuk, ya jadi kamu harus tahu tentang isi markas kita ini. Mau?” tawar Siwon. Sungmin menimbang-nimbang tawaran Siwon. Lebih baik ia menerima tawaran Siwon daripada harus ditawari soju terus-menerus oleh Donghae. Sungmin mengangguk, ia bangkit dari sofa dan berjalan menghampiri Siwon. Siwon melihat Sungmin menerima ajakannya itu pun tersenyum.

Pertama-tama Siwon membawa Sungmin ke ruangan yang cukup besar. Ruangan itu berisikan dua ranjang berukuran king size. Di kamar ini juga terdapat tv yang cukup mahal, dua meja, sofa merah, dan sebuah ruang kecil.

“Siwon, ini ruangan untuk apa?” tanya Sungmin. “Ck, tentu saja buat tidur. Misalkan kau ada masalah dengan orangtua mu, kau bisa tidur disini,” jawab Siwon. Sungmin mengangguk.

Sudah beberapa ruangan mereka jumpai sekarang Siwon membawa Sungmin ke sebuah koridor yang panjang dan agak gelap. Diujung koridor terdapat ruangan tanpa pintu. Secara sekilas ruangan itu mirip seperti perpustakaan. Mereka berdua pun memasuki ruangan tersebut. Benar, ruangan ini adalah perpustakaan. Siwon menyalakan lampu lalu ia menarik sebuah tuas dan lemari yang berisi buku-buku itu pun bergeser. Menampilkan sebuah pintu besar.

“Silahkan buka pintu itu min,” kata Siwon. Siwon mundur selangkah memberikan jalan untuk Sungmin. Tanpa basa-basi Sungmin membuka pintu itu. Dan ….

TBC

Aneh ? Gaje? Gak dapet feel? Mianhae. Ini baru prolog nya aja, part 2 nya udah mulai konflik nya. RCL juseyo, dont be siders😉