FINALLY (Part 2)

Standar

Annyeonghaseyo istri sah dari Kyuhyun kembali lagi *ditoyor sparkyu* Author kembali lagi dengan ff part ke 2 yang aneh bin ajaib, plus gaje. Udah segini aja jangan banyak cincong nanti pada terkesima lagi sama author /? *loh* silahkan baca^^

.

.

.

Title: Finally

Author: kiddyeo

Genre: School-life

Cast:
– Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin as Lee Sungmin
– other

Rating: PG-13

Type: Chapter

Summary: Kyuhyun bergabung pada suatu kelompok. Begitu pula Sungmin. Mereka masuk ke kelompok terkenal dan berbahaya. Salah satu dari kelompok itu adalah incaran polisi Korea sejak lama. Bagaimana Kyuhyun dan Sungmin bisa menyikapi kelompok mereka masing-masing dan menemukan kebenaran masalah mereka masing-masing?

NO PLAGIAT
NO SILENT READER
Typo? I’m sorry

Happy Reading^^

.

.

.

.

PART 2

Sudah beberapa ruangan mereka jumpai sekarang Siwon membawa Sungmin ke sebuah koridor yang panjang dan agak gelap. Diujung koridor terdapat ruangan tanpa pintu. Secara sekilas ruangan itu mirip seperti perpustakaan. Mereka berdua pun memasuki ruangan tersebut. Benar, ruangan ini adalah perpustakaan. Siwon menyalakan lampu lalu ia menarik sebuah tuas dan lemari yang berisi buku-buku itu pun bergeser. Menampilkan sebuah pintu besar.

“Silahkan buka pintu itu min,” kata Siwon. Siwon mundur selangkah memberikan jalan untuk Sungmin. Tanpa basa-basi Sungmin membuka pintu itu. Dan ….

.

.

.

FINALLY [Part 2]

“Wow!”

Dibalik pintu besar itu terdapat ruangan bernuansa merah dan hitam. Terdapat sebuah meja bulat besar berserta lima kursi. Terdapat juga sebuah bar kecil. Suasana di ruangan ini seperti gabungan antara ruang sekertariat dan ruang kelab.

“Untuk apa ruangan ini?” tanya Sungmin. Sungmin berjalan menelusuri tiap sudut dalam ruangan ini. Kesan gotik pun menambah warna pada ruangan ini. “Ruangan untuk rapat, dan ya, aku belum menceritakan kau suatu hal dengan maksud dan tujuan ku mengajak mu masuk ke kelompok ini?” jawab Siwon.

Sungmin menggeleng, “sebenarnya aku tidak peduli tujuan mu memasukkan aku kedalam kelompokmu ini. Yang penting sekarang aku sudah memiliki teman!” Siwon tersenyum miris mendengar jawaban Sungmin. Ia merasa bersalah memasukkan anak sepolos Sungmin kedalam kelompoknya. “Baiklah, sekarang sudah larut malam, kau mau pulang atau menginap bersama kami disini?”

Sungmin menoleh ke arah Siwon. “Kau mengajakku menginap? Ya, tentu saja aku mau menginap bersama kalian!” Sungmin memekik. Sekarang jiwanya tidak beres lagi. “Baik baik, kau tidak menelpon ibumu dulu? Lagipula ibumu kan adalah hal terpenting di hidupmu min. Aku masih ada sifat baik kan?” saran Siwon. Sungmin menghela nafas. “Baterai handphone ku lowbat.  Lagipula ibu ku akan mengerti, aku sudah beranjak dewasa,” balas Sungmin. Siwon mengangguk, “sesekali dalam hidupmu melanggarlah aturan yang ada, hidup akan menjadi jenuh bila kita terlalu serius min.”

Siwon dan Sungmin pun keluar dari ruang tersebut. Mereka secara bersamaan berjalan menuju Donghae, Eunhyuk, dan Hoya yang berada di ruang tengah.

***

Pagi itu isak tangis seorang wanita begitu menggema di sebuah rumah. Entah apa yang ia tangisi, yang pasti tangisan itu seperti tangisan kehilangan. Kehilangan seseorang yang dicintainya.

“Sudah berhenti menangis sayang, anakmu pasti tidak apa-apa. Mungkin dia sedang menginap di rumah temannya …,” Appa Eunra mencoba menenangka tangisan anak perempuannya ini. “Tapi, Sungmin tidak mengabari ku appa, eomma…” Isakan demi isakan terus menggema di rumah ini. Orang tua Eunra pun pusing menghadapi anak semata wayangnya ini.

Tok Tok Tok!
Terdengar suara ketukan pintu. Dengan cepat Eunra menghapus air matanya, dan berlari kearah suara tersebut. Eunra membuka pintu tersebut. Dan nampak seorang remaja laki-laki, Sungmin. Eunra langsung menghamburkan pelukannya ke Sungmin. Meluapkan rasa rindunya pada anaknya ini.

“Eomma, kita sekarang berada di luar. Lebih baik aku masuk dulu. Aku capek,” Sungmin melepas pelukan Eunra. Ia segera masuk ke rumah dan langsung menuju ke kamar tidurnya tanpa salam ke nenek dan kakeknya terlebih dahulu.

Eunra membeku di depan pintu,  wajahnya menampilkan senyum kecut. “Aku sudah tahu pasti akan terjadi seperti ini,” gumam Eunra seraya menutup pintu. Eunra berjalan lesu menuju kedua orang tuanya.

“Apa-apaan ini? Mengapa ia sangat tidak sopan seperti itu? Hah· · · sifat appanya mulai muncul padanya! Awas saja bila aku bertemu mantan suamimu itu!” amuk Appa Eunra. Eomma Eunra menenangkan suaminya itu. Eomma Eunra tidak ingin sampai Sungmin mendengarkan amukan haraboeji nya tersebut.

Tetapi …

“Aku memiliki appa? Tapi, kata eomma appa sudah tiada sejak aku lahir. Ah eothoke?” gumam Sungmin. Ia membuka perlahan pintu kamarnya pelan-pelan supaya haraboeji, halmoeni, dan eomma nya mengetahui ia mendengarkan amukkan haraboeji-nya.

***

“Ya~ Cho Kyuhyun, kemari kau!” teriakan lelaki berumur menggema seisi ruang tengah. Kyuhyun menatap malas lelaki tersebut. Lelaki tersebut adalah appa dari Kyuhyun. “Kau sangat kurang ajar kyu! Appa capek  bertengkar denganmu terus!” ujar Tn. Cho. Kyuhyun menampilkan senyum sinisnya, “siapa juga yang tidak capek appa?! Bukan kan appa yang mulai? Appa selalu mengekang aku! Aku sudah besar appa! I’m not child anymore! Ck.”

Tn. Cho menggeram, “appa melakukan itu karena appa tidak ingin kau mendapatkan teman yang buruk kyu!”

“Appa bilang sendiri kalau kita tidak boleh memilih-milih teman. And now appa is lying. Don’t distrub my life!” Kyuhyun berjalan cepat keluar dari rumah.

Lagi – lagi pertengkaran yang mewarnai hari-hari Kyuhyun di rumahnya. Bila Tn. Cho mengetahui anaknya bertengkar atau melakukan hal-hal terlarang. Maka rumah pun akan menjadi tempat adu mulut bagi mereka berdua. Tidak ada kedamian diantara mereka. Seakan mereka telah dipisahkan jurang tak berdasar.

Kyuhyun mengeratkan coat yang ia kenakan. Musim gugur tahun ini sangat begitu dingin. Ditambah dengan perasaan Kyuhyun yang sedang tidak bersahabat. Kyuhyun menendang-nendang batu-batu yang menghalangi jalannya. Sampai ia menendang batu mengenai kepala seorang pria.

“Appo!” Pria dengan suara bass itu meringis seraya mengelus-elus kepala bagian ubun-ubunnya. Dan pria itu adalah Lee Howon (Hoya).  Hoya menoleh kearah sang pelempar. Ia menangkap bayangan Kyuhyun sedang terkekeh. Hoya menggeram, ia beranjak dari bangku dan berjalan menuju Kyuhyun.

“Yak! Apa-apaan kau ini, kau ingin mencari gara-gara pada ku, hah?” cecar Hoya. Kyuhyun dengan perlahan berjalan mundur karena Hoya terus mendekatkannya.

“Santai Hoya. Aku tidak ingin mencari gara-gara pada mu atau ehm kelompokmu itu,” balas Kyuhyun dengan penekanan di kata kelompok.

“Bagaimana kau bisa tahu aku punya kelompok?” tanya Hoya sinis.

“Aku punya banyak kenalan di daerah sini. Jadi aku gampang mengetahui aktivitas-aktivitas mu Hoya,” jawab Kyuhyun dengan smirk andalannya.

“Pembohong, mana mungkin kau memiliki kenalan di daerah sini kyu? Sikap mu saja tidak memungkinkan kau dapat kenalan apalagi teman. Untuk dekat dengan ayah mu saja kau tidak bisa, ck. Berhenti berbohong lah,” kata Hoya. Kyuhyun menggeram, ia mengepalkan tangannya bersiap meninju insan di hadapannya sekarang ini. Kyuhyun mengenggam kerah baju Hoya. Ia angkat tinggi Hoya. “Jaga bicaramu! Kau tidak takut mati, hah? Dari mana kau tau soal keluargaku?!”

“Seperti yang kau bilang, ‘aku punya banyak kenalan di daerah sini. Jadi aku gampang mengetahui aktivitas-aktivitas mu kyu’.”

Giliran Hoya yang menampilkan smirk nya. Kyuhyun terdiam ia melepas genggaman nya pada kerah baju Hoya. Hoya pun terlepas dari jeratan Kyuhyun, ia menepuk-nepuk pakaiannya. Membersihkan diri. “Lihat saja, sampai aku tahu siapa kenalanmu. Akan aku habisi mereka!” ancam Kyuhyun. Kyuhyun balik badan menuju rumahnya.

“Kau juga kyu. Jaga baik orang terdekat mu, bila kau tidak mau mereka terluka sebelum kelompokku melukai mereka!”

***

Kyuhyun dengan cepat mengendarai mobil sport hitam miliknya. Semakin lama ia semakin menekan pedal gasnya membuat mobil miliknya semakin melaju dengan cepat. Ia raih smartphone nya di saku celananya. Ia menelpon Changmin.

“……”

“Changmin-ah, kau sedang ada dimana?”

“……”

“Cepat ke markas. Dan ajak anggota lainnya untuk ke markas!”

“……”

“Jangan banyak bertanya. Cepat, ada info penting yang akan ku beritahu pada kalian.”

“……”

“Ne, pabbo. Aku tunggu lima menit, awas saja bila kau telat!”

Pip!

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya. Ia tidak suka basa-basi. Baginya itu hanya membuang waktu.

Di ujung jalan terlihat bangunan kecil dengan halaman begitu luas. Kyuhyun memarkirkan mobilnya di halaman tersebut. Ia segera keluar dari mobil dan menuju bangunan kecil itu. Bangunan kecil itu hanya sebesar dua kali tiga meter.

Kyuhyun memegang knop pintu. Ia lalu membuka pintu itu dan menuruni tangga didepannya. Setelah tangga terakhir ia turuni tampak lah ruangan besar. Ruangan dengan nuansa kelab, tetapi glamor. Ia merebahkan dirinya di sofa merah, tak jauh dengan tangga. Kyuhyun melihat arlojinya, sudah empat menit. Masih ada satu menit kesempatan untuk Changmin dan kawannya sampai ketempat ini.

Tak lama setelah Kyuhyun merebahkan dirinya disofa. Muncul lah empat orang dengan tampang acak-acakkan. Ya merekalah Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris.

“Kenapa kau menyuruh kita kemari kyu?” tanya Minho. “Kau tahu tadi aku sedang sibuk berkencan dengan seorang gadis!”

Kyuhyun melempar kaleng soda bekas ke arah Minho. “Pikiran mu itu hanya gadis, gadis dan gadis. Aku membawa kalian kemari karena ada info penting yang akan aku berikan pada kalian,” jawab Kyuhyun.

“Info penting? Info tentang apaan?”

“Tentang kelompok si Hoya bukan?”

“Ini info atau misi baru kyu?”

“Misi baru?! Aku bosan mendengar kata itu..”

Kyuhyun memutar bola matanya bosan. “Bagaimana aku mau menjawab pertanyaan kalian, jika kalian tidak memberi ku kesempatan untuk menjawab?”

Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris pun terkekeh. Lalu Kyuhyun pun menceritakan pengalaman yang ia alami tadi saat bertemu Hoya.

“Jadi? Kita harus mencari tahu kenalan-kenalan kelompok mereka begitu?” simpul Kris.

“Gotcha! Benar kata Kris, kita semua harus mencari tahu kenalan-kenalan mereka,” balas Kyuhyun.

“Semakin lama permasalahan ini semakin rumit, huh,” umpat Changmin.

***

Sedangkan di tempat lain, kelompok Hoya sedang berada di ruang rahasia mereka. Mereka sedang serius membicarakan suatu soal. Seperti halnya rapat, mereka sangat antusias mendengar penjelasan Hoya.

Hoya menceritakan pengalamannya saat bertemu Kyuhyun tadi pagi. Eunhyuk yang sedang dalam mood yang baik pun terus menerus memotong bicaraan Hoya. Dan itu sukses membuat Hoya kesal.

“Diamlah anchovy, bisakah aku melanjutkan omongan ku tadi?” Hoya memutar bola matanya kesal. Sedari tadi ia hanya menjawab pertanyaan Eunhyuk bukannya menceritakan pengalamaanya. Eunhyuk pun terdiam, lalu Hoya pun melanjutkan ceritanya.

“Jadi kalian mengerti apa maksud dari apa yang kuberi tahu tadi?” tanya Hoya.

“Mengerti!” koor angggota kelompok tersebut.

“Bagus,” ujar Hoya dengan smirk yang menghiasi wajah tampannya.

.

.

.

TBC

Tambah aneh ya?
Author lagi galau pas buatnya makanya aneh–v
Diterima kritik dan saran
RCL jangan lupa, dont be siders😉

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s