FINALLY (Part 3)

Standar

Hai readers! author kembali dengan kelanjutan ff finally. Mianhae lama ngepostnya author baru selesai uts, doain nilai author bagus ya! Daripada banyak basa-basi yuk mari baca ff gaje nya 

.

.

.

Title: Finally

Author: kiddyeo

Genre: School-life

Cast:
– Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin as Lee Sungmin
– other

Rating: PG-13

Type: Chapter

Summary: Kyuhyun bergabung pada suatu kelompok. Begitu pula Sungmin. Mereka masuk ke kelompok terkenal dan berbahaya. Salah satu dari kelompok itu adalah incaran polisi Korea sejak lama. Bagaimana Kyuhyun dan Sungmin bisa menyikapi kelompok mereka masing-masing dan menemukan kebenaran masalah mereka masing-masing?

NO PLAGIAT
NO SILENT READER
Typo? I’m sorry

 

Happy Reading^^

.

.

.

.

PART 3

“Jadi kalian mengerti apa maksud dari apa yang kuberi tahu tadi?” tanya Hoya.

“Mengerti!” koor angggota kelompok tersebut.

“Bagus,” ujar Hoya dengan smirk yang menghiasi wajah tampannya.

.

.

.

FINALLY [Part 3]

 

Di sebuah bangunan usang nampak lima remaja laki-laki dengan pakaian serba hitam. Mereka lah Kyuhyun, Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris. Tampaknya mereka sedang menguping pembicaraan seseorang didalam bangunan tersebut.  Kyuhyun memberi isyarat kepada kawan-kawannya untuk masuk ke bangunan tersebut. Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris mengangguk. Dengan hati-hati Kyuhyun membuka pintu bangunan itu. Ia tidak ingin menimbulkan suara sekecil apapun.

Setelah sukses membuka pintu itu, Kyuhyun masuk dengan mengendap-endap. Dirasa cukup aman, ia mengisyaratkan Changmin dan lainnya untuk masuk kedalam rumah tanpa berisik. Kyuhyun mengambil sebuah pistol dari saku jaketnya. Ia menelusuri tiap sudut ruang tengah ini.

Terdengar suara pintu terbuka, dari suatu pintu. Bukan kawan-kawan pelakunya, orang lain lah pelakunya. Kyuhyun kembali berjalan mengendap-endap menuju arah suara. Ia rapat kan dirinya di dinding.

Seorang gadis keluar dari ruangan tersebut. Ia terperanjat pasalnya ia melihat dihadapannya seorang laki-laki yang tak ia kenal. Kyuhyun langsung menutup mulut gadis itu, sebelum gadis itu berteriak.

“Sssttt, tenang lah. Aku tidak akan berbuat jahat padamu. Asalkan kau bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kami, sayang,” bisik Kyuhyun di telinga gadis itu. Gadis itu mengangguk pasrah. “Bagus,” balas Kyuhyun senang dengan anggukan gadis itu.

Kyuhyun mendudukan gadis itu di sofa. Changmin, Jonghyun, Minho, dan Kris pun ikut duduk di sofa. Kyuhyun melirik kearah Minho dan Jonghyun. Minho dan Jonghyun sedang menatap gadis itu intens dari atas sampai bawah. Kyuhyun memutar bola matanya, lagi-lagi mereka tidak bisa mengontrol hasrat mereka.

“Jadi siapa nama mu gadis manis?” tanya Changmin.

“Namaku? Naneun Yoonjo imnida. Dan kalian?” jawab gadis yang bernama Yoonjo itu.

“Kau tidak perlu tahu nama kami Yoonjo-ssi. Ah apakah kau mengenal Lee Howon atau Hoya?” tanya Kris. Yoonjo menatap Kris bingung.

“Hoya? Tentu sa– ah aku tidak mengenalnya,” jawab Yoonjo. Yoonjo menggigit bibir bawahnya, ia tahu konsekuensinya ketahuan berbohong kepada orang yang tidak dikenalnya. Kyuhyun melirik Minho, membersi isyarat dengan tatapannya. Dengan cepat Minho mendudukan dirinya disamping Yoonjo. Ia memainkan rambut Yoonjo.

“Jangan berbohong kepada kami, sayang. Kau tidak mau menerima akibatnya bukan?” kata Minho sambil mengelus punggung tangan Yoonjo. Yoonjo yang mendengar perkataan Minho pun bergidik. “Aku ulang, apakah kau mengenal Hoya?” tanya Minho. Yoonjo mengangguk.

“Dan kau siapanya Hoya?” tanya Minho lagi. Yoonjo menggigit bibir nya lagi. ‘Haruskah aku jujur?’ pikir Yoonjo.

“Nan yeojachingu Hoya,” jawab Yoonjo. Bingo! Kyuhyun tersenyum. Ia menemukan sasaran yang tepat, sangat tepat.

“Bisakah aku tau beberapa hal tentang Hoya?” tanya Kyuhyun lembut.

“Siapa kalian sebenarnya? Mengapa kalian ingin tahu soal Hoya?!” bentak Yoonjo.

“Kau tidak tahu kami? Ck. Tanyakan saja kepada namjachingu mu itu, huh,” kata Jonghyun.

 

***

 

Tok tok tok! Suara ketukan pintu itu membangunkan Eunra yang sedang terlelap. Eunra berjalan membuka pintu. Tampak appa dan eomma menunggu diluar.

“Mianhae Eunra ya kami menganggu kamu. Apakah ada Sungmin dirumah?” tanya Eomma Eunra. Eunra menggeleng. Sebuah senyum kecut tampak menghiasi wajah ketiga insan ini.

“Memang kenapa eomma dan appa datang kesini jauh-jauh?” tanya Eunra. Suami istri itu memasuki rumah tersebut. Eunra pun menutup pintu rumahnya.

“Kami rindu dengan anakmu,” jawab Appa Eunra.

“Sayangnya ia sedang tidak ada dirumah,” kata Eunra. Eunra mendudukkan dirinya di sofa. “Baiklah itu bukan masalah, tetapi aku bingung Eunra-ya. Sikap dia akhir-akhir ini berubah drastis, sangat drastis,” kata Appa Eunra. “Ya, begitulah. Semenjak ia mempunyai teman baru sikap dia jadi berubah seperti ini. Mungkin itu faktor teman-temannya yang tidak beres,” kata Eunra.

“Boleh appa tau siapa teman-teman barunya?” kata Appa Eunra.

*Flashback*

Eunra mengetuk pintu kamar Sungmin. Sungmin pun membukanya. “Ah eomma, ada apa?” tanya Sungmin.

“Kau sedang belajar, eo? Mian bila eomma menganggu. Aniyo, eomma ingin bertanya saja kenapa akhir-akhir ini kau terlihat gembira?” tanya Eunra. Sungmin mempersilahkan eommanya itu masuk kedalam kamarnya.

“Kan aku sudah pernah mengatakan kepada eomma bila aku mempunyai teman baru,” kata Sungmin antusias.

“Baik, boleh eomma tahu siapa saja mereka?” tanya Eunra. Sungmin mengangguk.

“Mereka adalah Siwon, Hoya, Eunhyuk, dan Donghae. Mereka sangat baik kepadaku! Ya berbeda dengan teman-teman lainnya,” kata Sungmin diakhiri raut wajah lesu seusai mengatakan kata ‘berbeda.’

“Eomma turut senang mendengar bahwa kapten eomma sudah memiliki teman baru. Jangan menyakiti hati mereka Sungmin-ah, arraseo?”

“Arraseo eomma!”

*Flashback end*

“Mereka adalah Siwon, Hoya, Eunhyuk, dan Donghae,” jawab Eunra. Appa Eunra  terbelalak, ia begitu kaget mendengar deretan nama-nama yang disebut oleh putrinya.

“Waeyo chagiya?” tanya Eomma Eunra. Eunra merasa aneh dengan terkejut appanya itu.

“Jinjja? Sungmin memiliki teman-teman itu? Oh jebal,” suara Appa Eunra melemah. Ia begitu kaget, sangat kaget.

 

***

 

Siwon, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, dan  Hoya sekarang sedang berada di kedai kopi. Mereka sedang bersantai sambil membicarakan sesuatu.

“Sungmin-ah kau berubah drastis sejak berteman dengan kami,” kata Donghae. Ia meniup-niup secangkir latte panas yang sedang ia pegang. Sungmin tersenyum simpul saat mendengar pernyataan Donghae.

“Terimakasih telah mau bergabung di kelompok kami. Ya, walau kelompok kami memang membahayakan…,” ungkap Siwon pelan diakhir kata.

“Seharusnya aku yang bilang terimakasih kepada kalian. Karena kalian lah aku punya teman lagi,” kata Sungmin tulus. Sungmin menyeruput kopi nya. “Sekarang apa yang harus kita lakukan?”

Eunhyuk membenarkan letak duduknya. “Mencari tahu siapa saja orang terdekat Kyuhyun,” jawab Eunhyuk. Sungmin mengangguk.

“Keluarganya? Keluarganya bukan hal yang paling terdekat nya?” kata Sungmin. Donghae menggeleng. “Kyuhyun tidak memiliki ibu atau pun saudara. Ia juga tidak dekat dengan appa-nya,” ungkap Donghae.

“Arraseo. Tapi walaupun Kyuhyun tidak dekat dengan appa-nya, appa nya pasti tahu beberapa kenalan kyu, itu hanya pemikiranku saja sih,” kata Sungmin.

“Bingo! Kau benar ming! Berarti kita harus bertanya kepada appa-nya gitu?” kata Hoya, “lalu siapa yang ingin bertanya kepada appa-nya kyu? Jangan aku.”

“Jangan aku juga.”

“Aku tidak mau.”

“Jangan aku yang bertanya ke appanya.”

Sungmin menatap heran ke teman-temannya ini. Mengapa mereka tidak mau bertanya ke Tn. Cho? “Ya, berarti aku dong yang bertanya ke appa-nya kyu? Aish, aku kan tidak tahu orangnya,” keluh Sungmin.

“Kau tidak tahu eo? Hahaha ming-ah kau lucu sekali. Appanya kyu adalah direktur di perusahan Cho Corp!” gelak tawa para teman-teman Sungmin menggema begitu keras di telingan Sungmin.

“Ya! Berhenti menertawakan ku, pabbo. Arraseo, jadi aku harus bagaimana?” tanya Sungmin. Bibir tipis Sungmin membentuk sebuah lekukan melengkung keatas. Menandakan perasaan dia sedang tidak bersahabat. (?)

“Begini …” Siwon menjelaskan rencananya dengan pelan-pelan. Hampir seperti berbisik. Yang tadinya ribut pun berubah menjadi hening.

 

***

 

Kyuhyun mengeringkan rambut coklatnya dengan handuk. Sehabis mandi membuat pikiran begitu jernih. Kyuhyun lalu mengancingkan pakaian yang sedang ia kenakan. Setelah selesai mengancingi kemejanya, Kyuhyun mengambil ponsel yang terletak di dekat tv dan menggesek layar ponselnya. Nampaknya ia sedang mencari kontak seseorang.

“Ck!” Dia berdecak kesal. Pencariannya tidak membuahkan hasil. Lalu Kyuhyun menekan digit nomor di ponselnya.

“Changmin-ah!”

“Hm– ada apa kyu?”

“Kau punya nomor Yoonjo?”

“Buat apa? Kau ingin mengencaninya, huh? Ya~ dia sudah memiliki kekasih, pabbo!”

“Ck, siapa pula yang ingin mengencaninya Tuan Shim yang terhormat? Cepat, kau punya tidak? Aku ingin menggali lebih dalam lagi tentang– “

Tentang dirinya? Astaga kyu, sudah kubilang dia sudah memiliki kekasih! Nde, aku punya.”

“Tentang Hoya, pabbo! Argh, sudah kirim saja nomornya ne!,”

Pip!

Dengan kesal Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya. Ponselnya bergetar, menandakan sebuah pesan masuk. Kyuhyun langsung membaca pesan tersebut dan menyimpan pesan tersebut.

 

-At Coffee Shop-

 

Kyuhyun tengah meneguk secangkir kopi miliknya. Yeoja disampingnya sedang menatap arlojinya resah. Ya, sudah lima menit mereka hanyut dalam kebisuan. Tiada percakapan.

“Em, Kyuhyun-ssi ada keperluan apa kau membawaku kemari?” tanya Yoonjo pelan. Kyuhyun mengatur posisi duduknya.

“Ah ya, mian membuatmu menunggu. Aku ingin menanyakan beberapa hal tentang kekasih mu,” jawab Kyuhyun. Yoonjo mengangguk.

“Kau tahu teman-teman

“Hm, boleh ku tahu kenapa dia membenci ku, Yoonjo-ssi?” tanya Kyuhyun.

“Nde? Bukankah kau dulu temannya Hoya?” jawab Yoonjo.

“Sudah jawab saja pertanyaanku,” balas Kyuhyun.

“Em, jadi Hoya sebenarnya adalah anak polos. Ia begitu polos hingga sering di jadikan boneka oleh teman-temannya bahkan orang tuanya sendiri. Orang tuanya pernah menggunakan Hoya sebagai umpan untuk membalas dendam rival perusahaan mereka. Belum lagi oleh teman-teman sekolah nya yang sangat badung-badung–,”

“– ah dan akhirnya ia menyadari kalau ia selalu dimanfaatkan. Ia menyadari kalau ia begitu bodoh, dan sayangnya dia menyadari itu semua saat ia berteman denganmu Kyuhyun-ssi. Dia begitu marah dengan orang di dekatnya termasuk dirimu–“

“Nde? Aku tidak memanfaatkannya Yoonjo-ssi!” gertak Kyuhyun.

“–jangan marah dulu Kyuhyun-ssi. Memang benar kau tidak memanfaatkannya. Tetapi dia sedang kacau saat itu. Belum lagi ia iri denganmu. Hoya sedang mendekati gadis pujaannya, Harim. Dan ternyata Harim menyukaimu. Otomatis hati Hoya hancur begitu tahu kenyataanya. Dan terakhir–“

“Hoya kesal karena kau berubah drastis Kyuhyun-ssi. Hoya sebenarnya sangat ingin dekat denganmu, tetapi kau menjauh. Dulu waktu itu kau sangat begitu ramah terhadapnya, tetapi setelah kau dekat dengan empat anak kelas lain, kau berubah. Kau menjadi begitu dingin dan tidak peduli dengan teman lama mu. Karena itu Hoya menjadi seperti ini.”

Yoonjo meneguk kopinya. Tenggorokannya begitu kering setelah selesai menjelaskan penjelasan tersebut. “Kau tahu teman-teman nya Hoya?” tanya Kyuhyun.

“Sebentar– ah ya aku ingat teman-temannya itu hanya anggota kelompoknya lalu Kai, Ilhoon, dan salah satu anggota kelompokmu, Shim Changmin” jawab Yoonjo.

“Nde? Jangan membual nona, aku sudah hapal betul watak Changmin. Dia selalu menuruti perintahku!” seru Kyuhyun. Kyuhyun begitu terkejut saat mendengar Changmin sahabatnya termasuk teman Hoya.

“Karena itu dia melanggar perintahmu tuan. Changmin begitu bosan selalu di suruh-suruh oleh mu. Kau memperlakukannya layaknya seorang budak! Kau pikir dia budak mu, eoh?” balas Yoonjo.

Kyuhyun membeku. Bibirnya begitu kelu membalas gertakan Yoonjo. Dia percaya tidak percaya atas jawaban dari Yoonjo. Dia tidak percaya kalau Changmin berbuat seperti itu. Changmin adalah sahabat Kyuhyun sejak dulu. Dan Changmin tahu semua rahasia Kyuhyun. Dan bila perkataan Yoonjo itu benar, Kyuhyun tidak tahu harus mau apa lagi. Dia pasti akan hancur.

Kyuhyun menggeram. Tangannya mengepal kuat sehingga tampak jelas urat-urat tangannya. Dia ingin cepat-cepat pergi untuk menghajar Changmin, tetapi sayangnya dia masih harus menanyakan beberapa pertanyaan ke Yoonjo.

“Hm, terimakasih atas informasinya Yoonjo-ssi,” ucap Kyuhyun lesu.

“Cheonma,” jawab Yoonjo sambil menyeringai kecil.

 

***

 

“Arraseo!” kata Sungmin, Eunhyuk, Donghae dan Hoya serempak. “Lalu dimana kantor Cho Corp? Biar kita laksana misi kita sekarang!” kata Sungmin antusias.

“Kau yakin siap sekarang ming?” tanya Eunhyuk. Sungmin mengangguk.

“Tidak jauh dari sini. Kita bisa berjalan dari sini. Tetapi sepertinya tidak bisa sekarang ming, kita belum menyiapkan beberapa hal. Lebih baik kita pulang dulu, baru besok kita atur ulang rencana. Kajja kita ke halte bus,” kata Siwon.

Tak perlu menunggu balasan dari teman-temannya itu Siwon pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari kedai. Teman-temannya pun mengikuti dirinya, walau ada beberapa yang mau tidak mau harus setuju oleh ucapan ketuanya.

 

Hari ini angin berhembus cukup kencang. Sungmin merapatkan coat yang tengah ia kenakan. Lalu meniup-niup tangannya dan menggesek-gesek tangannya. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka. Mereka sedang larut dalam pikiran masing-masing, terkecuali Sungmin. Ya, pria itu hanya melihat-lihat pemandanngan kota. Walau hanya jejeran kedai-kedai makanan yang dapat ia temukan.

Sungmin berhenti. Ia menatap kearah sebuah kedai kopi. Entah ia sedang melihat apa, tetapi nampaknya ada yang janggal. “Hoya!” panggil Sungmin setengah berteriak. Hoya yang mendengar panggilan dari Sungmin pun menghampiri Sungmin.

“Gwaenchana?” tanya Hoya. Sungmin menunjuk dua orang yang berada di dalam kedai kopi itu. Hoya melihat arah tunjukkan Sungmin. Ia terbelalak. Ia mengepalkan tangannya lalu ia langsung memasuki kedai kopi tersebut dan menghampiri dua orang yang ditunjuk Sungmin.

“Ah~ jadi begini kelakuan aslimu hah? Mengencani pria lain. Tidak cukup kah kau punya aku, hah?!” gertak Hoya. 

.

.

.

TBC

Gaje ya? Part ini fokus dulu ke Hoya, nanti part selanjutnya gak kok😀
Mianhae mengecewakan.

RCL please, Don’t be SIDERS

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s