Waiting Thirteen

Standar

Title      : Waiting Thirteen

Author  : kiddyeo

Genre  : brothership, sad (maybe)

Cast     : Park Jungsoo (Leeteuk) and Super Junior’s member

Rating  : G

Type    : Oneshoot

Disclaimer: I don’t own the cast. The storyline idea is mine. Italic and bold writing is past.  Warning typos everywhere. Don’t plagiat my fanfiction^^

.

.

.

.

Happy Reading^^

 

Secangkir kopi dan sebongkah roti yang sudah ku lumuri margarin itulah yang menemani pagiku. Aku menyesap kopi dihadapanku dan memakan roti, lalu menyandarkan tubuhku pada kursi.

Hari ini aku mengambil cuti dari tugas menjadi warga negara yang baik – wajib militer atau biasa disebut wamil. Akhir-akhir ini fisik ku agak melemah. Entah karena apa, mungkin karena . Aku menidurkan diriku di sofa lalu memejamkan mata.

Pikiran-pikiran, memori-memori berlalu lalang seenaknya di otak ku. Tidak ada yang memerintah, tetapi mereka sudah berjalan-jalan di otak ku. Dan ini membuatku diriku gelisah. Gelisah merindukan mereka semua.

 

“Leeteuk hyung~”

Suasana dorm yang agak berantakan. Tas member berserakkan dimana-mana. Bau harum masakkan Ryeowook begitu membuat semua orang yang menciumnya menjadi lapar. Suara tembakkan dari starcraft yang sedang Kyuhyun mainkan sangat menggema di dorm ini, ditambah pula suara dari televisi yang dinyalakan oleh Lee Brothers.

“Apakah hari ini ahjumma tidak masuk?” tanyaku.

“Hyung-ah, bukannya menjawab sapaan kami. Hyung malah menanyakan ahjumma?” gerutu Donghae.

 

Suara member Super Junior – ah ani suara adik-adik ku yang sangat ku rindukan. Mereka berlomba-lomba menyerukan suaranya untuk memanggil namaku. Selalu seperti itu, bila aku sudah sampai di dorm mereka akan menyapa diriku dan lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dorm biasanya agak berantakan bila ahjumma tidak datang untuk membersihkan dorm. Dan selalu aku yang mendapat jatah membersihkan dorm. Apalagi saat  mereka bertengkar. Bantal dan tas mereka berserakan di lantai. Sungguh kekanak-kanakkan.

Aku memutar tubuhku menjadi menghadap ke arah bantal-bantal sofa – membelakangi. Mencari posisi ternyaman, supaya diriku bisa terlelap. Tetapi, aku semakin tidak bisa tidur. Dengan malas  aku bangkit dan menyalakan televisi.

Tepat sekali, sekarang sedang acara berita. Tetapi berita yang di liput adalah halyu korea yang sedang memakai pakaian aneh di bandara untuk merayakan hari jadinya kedelapan. Ada yang berdandan menjadi seorang preman, menjadi seorang ahjumma, menjadi soerang tentara, dan lain sebagainya.

Dan kalian pasti tahu siapa mereka. Ya, mereka adalah adik-adik ku. Aku tertawa lepas saat melihatnya. Dandanan mereka sukses membuat ku tertawa, apakah para Everlasting Friend ku juga? Tiba-tiba saja hatiku sesak, melihat mereka. Perasaan ini kembali muncul. Kerinduan yang amat dalam kembali muncul, ingin sekali aku bergabung dengan mereka. Memakai pakaian aneh dan ikut menghibur para penggemar ku di panggung SuperShow 5.

Aku tidak bisa melakukan itu, sekedar menge-tweet saja tidak bisa. Aku hanya bisa mengganti avatar twitter ku. Menyalurkan kerinduan ku dengan mengganti foto profil? Dan kurasa para penggemarku juga gembira bila aku online walau hanya mengganti foto profil. Setidaknya mereka tahu bahwa aku sangat merindukan mereka.

Aku kembali menonton acara berita ini, sekarang adik-adik ku sedang memotong kue perayaan. “Leeteuk hyung apakah kau menonton?” Kangin berbicara pelan hampir seperti berbisik. Setidaknya itu lah yang dapat ku dengar.

“Aku menonton kalian, Kangin-ah. Jeongmal bogoshippo saengie –“

 

Terkadang aku iri dengan si kepala besar, ayah dari Ddangkoma  – Yesung maksudku. Dia bisa pergi ke Mouse Rabbit dan bertemu member Super Junior sesering mungkin. Sedangkan aku jarang, bisa dibilang sangat jarang untuk hanya sekedar mengunjungi mereka. Aku tahu Yesung dan aku berbeda, dia bertugas di bagian petugas sipil, dan aku bertugas menjadi tentara. Menjadi tentara begitu melelahkan, walau melelahkan aku akan menjadi tentara sebaik mungkin. Tidak ingin berlibur sebanyak mungkin. Aku tidak ingin menjalankan wamil dua kali seperti yang dialami beberapa rekan artis yang ku kenal.

 

Aku berjalan mengambil agenda yang hampir bisa disebut diari sebelum aku menjalankan wamil. Aku membuka halaman pertama, kenangan itu kembali muncul. Kenangan pahit yang hampir merengut jiwaku, Shindong, Eunhyuk, dan Kyuhyun.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 19 April 2007. Saat kami berempat selesai rekaman kami pulang dengan dua manager kami. Saat di perjalanan sopir kami kehilangan kendali dan terjadilah peristiwa tersebut. Aku tidak mengingat semua kejadian itu, yang pasti aku ingat bahwa mobil yang kami tumpangi sempat berputar beberapa kali. Dan saat itu aku sudah tidak sadar, ku kira aku akan mati di tempat. Untungnya tuhan masih berbaik hati padaku.

 

Tes

 

Aku mendongakan kepala ku, setetes air mata jatuh begitu saja tanpa aba-aba. Menggigit bibir adalah kebiasaanku untuk memberhentikan air mata yang terus menetes. Aku membuka lembaran baru lagi dan membacanya. Derasnya air mata yang keluar dari pelupuk mataku ini disebabkan aku membaca halaman ini. Halaman dimana aku menceritakan saat aku kehilangan Hankyung. 21 Desember 2009 saat dimana Hankyung keluar dari Super Junior dan SM. Saat itu para member bertengkar, menangis, berdiam diri. Tidak ada yang mau membuka pikiran dan hati. Mereka semua mempunyai pendapat masing-masing yang mereka keluarkan bersamaan. Heechul waktu itu sangat terpukul saat Hankyung pergi, Hankyung adalah sahabatnya. Dia mogok makan dan tidak keluar dari kamar saat Hankyung keluar. Aku benar-benar prihatin kepadanya.

Kadang-kadang aku dan Hankyung saling mengontak. Terkadang kita bercengkrama di telepon ataupun di pesan singkat. Walapun bisa dihitung dengan jari, tetapi itu cukup membuat rasa kerinduanku terlampiaskan.

 

“Hankyung-ah bogoshippo. Hyung disini merindukanmu, kembali lah ke Super Junior bersama kami –“

 

 

Sekarang aku sedang membenarkan letak clip-on michrophone dan jas hitam. Tak lupa aku menyisir rambutku yang sudah rapih. Tampil sempurna dihadapan penggemar yang sudah ku anggap teman ini tidak apa-apa kan?

Kurang dari sepuluh menit lagi, kami ber-13 akan menghibur ribuan Everlasting Friend Indonesia dalam rangka tour kami yang bertajuk SuperShow 7. Tak  pernah ku sangka kami bertiga belas ditambah Zhoumi dan Henry, akan berada dalam satu panggung menghibur jutaan Everlasting Friend, saling bercanda. Ah – hatiku selalu berdegup kencang saat ini tiba. Perasaan yang bergejolak. Sudah lama sekitar delapan tahun kami tidak tampil bersama. Dan sekarang, kami dapat tampil bersama.

Kru kami mengatakan bahwa kami harus bersiap-bersiap di backstage karena kurang dari lima menit lagi kami akan tampil. Baik, aku langsung menuruti perintah kru. Aku mengendarkan penglihatanku ke sekeliling ruangan. Dapat kulihat Hankyung dan Heechul saling tertawa. Eunhyuk, Shindong dan Kibum sedang menghafalkan lirik rap mereka, para lead-vocal sedang menyanyikan lagu So I, sedangkan sisanya sedang dibantu dibenarkan letak clip-on microphone oleh kru.

Lima menit telah berlalu, VCR yang menampilkan kami telah berhenti berputar, kami sekarang diatas panggung. Sorakan Everlasting Friend begitu menggema, tempat ini sekarang di dominasi oleh lautan biru safir. Jika saja, aku boleh berteriak. Maka aku akan berteriak sekeras-kerasnya dan menangis, walau sudah sering aku melihat lautan biru safir tetapi tetap saja aku tidak akan pernah berhenti kagum untuk memujanya.

Musik pengiring lagu Superman mengalun, lalu ada tambahan lagu yang sudah di remix. Sekarang kami menari dengan lincahnya.

 

Hey  ~~~~ SJ like this!
Bam bam bam bam bam bam
Bam bam bam bam bam bam
Bam bam bam bam bam bam
Bam bam bam bam bam bam

Naega sesang-eso hana bakke eopneun group-eso meotjike chumeul chugo

Unique-han eubchoribeul halttae

 

 

Eunhyuk mulai menyanyi – lebih tepatnya nge-rap. Aku mendalami lirik bagian tersebut, lirik yang berarti ‘Ketika aku dengan kerennya menari di kelompok itu salah satu dari yang terbaik di dunia dan pergerakan yang unik di dunia’. Aku tersenyum samar-samar di dalam gelap.

 

Yeolkyeong-do chego, cheongshin-ryeokdo chego, nuga uril kamhi kkeureo-nael tenga

Super Junior-neun wonrae maen jaman ppajin ireum hamyeo himsen tori SuperMan

 

 

Aku mendalami lagi lirik itu dengan penuh penghayatan, mimik ku buat serius tetapi hati? Siapa yang tahu? Lirik yang beratikan ‘Gairah kami adalah yang terbaik dan konsetrasi kami adalah yang terbaik. Siapa yang bisa mengatakan kami sudah selesai? Super Junior adalah bagian dari nama  Superman’ membuat aku seperti terlahir kembali. Belum lagi bagian Ryeowook yang berintikan, jangan  khianati kami. Aku pikir banyak Everlasting Friend yang menganggap lagu ini sangat spesial untuk Super Junior.

 

 

 

 

 

“Leeteuk-ah. Ireona …” Seorang teman sekamarku membangunkan ku dari tidurku. Aku mendapati diriku di sofa sambil menggenggam buku agendaku. “Jadi tadi hanya mimpi?” gumamku.

Aku mendesah lemah dan bangkit dari sofa. Berjalan ke balkon luar, membiarkan anak rambutku terhempas kan oleh angin. Itu hanya mimpi, itu hanya mimpi, tetapi mengapa itu begitu nyata? Bila itu mimpi, aku sangat berharap – sangat sangat berharap kalau suatu saat itu akan menjadi kenyataan. Satu panggung dengan member yang lengkap. Tiada keinginan lain, hanya itu. Keinginan yang tak bermakna bagi orang lain, tetapi sangat bermakna bagi diriku, member Super Junior, dan tentunya para penggemarku, Everlasting Friend.

 

“Hankyungie, Kibumie, neomu bogoshippo. Tolong kembali ke Super Junior. Menyanyi, menari, menghibur, bercanda, tertawa, menangis bersama. Jebal saengie-ah –“

 

.

.

.

.

 

“Aku yakin suatu saat nanti, kami bertiga belas akan membuat album baru.

Dan bernyanyi bersama diatas panggung untuk menghibur

Everlasting Friend”

 

-Park Jung Soo (Leeteuk)

 

 

FIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s